Kegagalan Timnas Indonesia menembus putaran lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 menyisakan kekecewaan mendalam.
Namun, dua pemain andalan, Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam, memilih untuk menatap masa depan dengan optimisme.
Melalui akun Instagram pribadinya, pemain Bangkok United itu menulis pesan penuh makna.
“Tidak ada yang mudah di jalan ini. Kita akan terus berjuang, jatuh, dan bangkit,” tulis Arhan dalam caption unggahannya.
Sejak era Shin Tae-yong, Arhan menjadi salah satu pemain kepercayaan. Ia tampil sejak putaran pertama menghadapi Brunei Darussalam dan konsisten dimainkan pada fase berikutnya. Berdasarkan data Transfermarkt, Arhan mencatat lima penampilan dengan hanya satu kali absen saat melawan Vietnam.
Di putaran ketiga, ia sempat menjadi starter reguler. Namun situasi berubah setelah Patrick Kluivert mengambil alih kursi pelatih. Nama Arhan tidak lagi masuk skuad, termasuk pada laga terakhir menghadapi Jepang, Juni lalu—yang menjadi penampilan pamungkasnya di bawah Kluivert.
Hal serupa dialami Asnawi Mangkualam. Melalui unggahan di Instagram, bek kanan 26 tahun itu juga menyampaikan pesan penuh harapan.
“Impian kita belum berakhir. Perjalanan kita masih panjang,” tulis pemain Jeonnam Dragons tersebut.
Asnawi telah memperkuat Timnas sejak putaran pertama menghadapi Brunei Darussalam. Di fase kedua, ia tampil impresif dengan empat kali menjadi starter dari lima pertandingan. Namun di putaran ketiga, menit bermainnya menurun drastis. Ia hanya tampil dua kali dan menjadi cadangan pada laga melawan Australia dan Bahrain.
Setelah Kluivert ditunjuk sebagai pelatih, Asnawi tidak lagi mendapat panggilan memperkuat Garuda. Laga terakhirnya bersama Timnas tercatat saat menghadapi Tiongkok di putaran ketiga.
Meski begitu, semangat kedua pemain ini menunjukkan bahwa harapan Timnas Indonesia untuk tampil di panggung dunia belum sepenuhnya padam. (*)
Editor : Marthadi