Lombok Post- Ousmane Dembele dikabarkan telah secara resmi menuntut kenaikan gaji dan kontrak baru di Paris Saint‑Germain (PSG) sebagai konsekuensi dari prestasinya yang kini setara status global, terutama setelah dirumorkan sebagai pemenang Ballon d’Or.
Ia disebut ingin bayaran yang mencerminkan posisinya di panggung dunia, meski PSG tampaknya enggan kembali ke struktur gaji ekstrem yang pernah diterapkan pada era Mbappé, Messi, dan Neymar.
Menurut laporan media Bolamagz.id dan sumber lain, Dembele saat ini menerima sekitar €18 juta per tahun, dengan kontrak yang berlangsung hingga 2028.
Namun, dia merasa tidak cukup dihargai dan meminta penyesuaian gaji yang lebih layak bagi status barunya.
PSG, di sisi lain, tampak berhati-hati agar tidak terjebak kembali dalam perang gaji berlebihan yang pernah membebani mereka ketika mendatangkan bintang besar seperti Mbappé, Messi, dan Neymar.
Baca Juga: Real Madrid Siap Lepas Vinicius Junior, tapi Harganya Gila !
Permintaan Dembele untuk naik gaji ini memicu diskusi internal di PSG.
Klub memahami bahwa mempertahankan pemain kelas dunia memerlukan insentif finansial yang menarik, tapi mereka juga belajar dari kesalahan masa lalu: beban gaji tinggi dan konflik internal yang muncul ketika struktur finansial klub tak lagi sehat.
Di era Mbappé, Messi, dan Neymar, PSG dikenal dengan pola pengeluaran gaji ekstravaganza yang kadang tak berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dalam refleksi pada era tersebut, banyak pengkritik menyebut bahwa PSG harus membuat kebijakan gaji yang lebih bijak kali ini. Klub tidak ingin reputasi sebagai "klub yang habis untuk gaji" kembali melekat.
Di tengah kemajuan Dembele yang kini dianggap sebagai aset premium, kebijakan finansial menjadi ujian: apakah PSG akan menaikkan gaji untuk mempertahankan Dembele, atau menjaga keseimbangan struktur gaji dan disiplin internal?
Baca Juga: Ini Rencana Besar Florentino Jika Kesepakatan dengan Vinícius Gagal
Bagaimanapun hasilnya, konflik gaji ini menunjukkan bahwa PSG sedang berada di persimpangan: antara menghargai pemain bintang seperti Dembele dan menghindari jejak keuangan ekstrem ala Mbappé, Messi, dan Neymar.
Bila mereka mengabaikan tuntutan, Dembele bisa mencari alternatif klub yang lebih menghargainya.
Jika mereka menyetujui, itu bisa menjadi preseden baru dalam kebijakan kompensasi pemain kelas dunia di PSG.
Pada akhirnya, nama Dembele yang menuntut kenaikan gaji kini menjadi sorotan bukan sekadar pemain elite yang tampil gemilang di lapangan, tetapi juga figur yang menantang batas struktur internal klub.
PSG harus menentukan apakah mereka akan belajar dari kasus Mbappé, Messi, Neymar, atau kembali jatuh ke perang gaji yang tak sehat.
Baca Juga: PSSI dan Patrick Kluivert Resmi Berpisah: Akhir Kisah 12 Bulan Melatih Timnas Indonesia
Editor : Kimda Farida