LombokPost-Setelah sukses menggelar MotoGP, Sirkuit Internasional Mandalika kini bersiap menyambut deru balap mobil.
Ajang Mandalika Festival of Speed (MFoS) akan digelar pada 24—26 Oktober, menandai kembalinya sirkuit kebanggaan NTB itu ke setup roda empat sesuai standar homologasi FIA Grade 3.
“Setelah MotoGP dan beberapa event track day roda dua, kami akan mengembalikan sirkuit ke setup roda empat,” ujar Race Electronics, Track, dan Motorsport Manager MGPA Muhammad Awallutfi Andhika Putra, Minggu (19/10).
Proses penyesuaian mencakup pemasangan perangkat keselamatan sesuai standar FIA, seperti Flexible Cone, Dome, Brake Marker FIA, dan FIA Grid. Seluruh komponen ini sebelumnya dilepas saat penyelenggaraan MotoGP karena lintasan harus menyesuaikan dengan homologasi FIM.
“Ketika sirkuit digunakan untuk MotoGP, semua elemen roda empat seperti dome dan flexible cone kita cabut agar tidak membahayakan pebalap motor,” jelasnya.
Beberapa titik, terutama di area apex tikungan, dipasangi dome sebagai pembatas agar mobil tidak memotong jalur secara berlebihan.
Flexible cone dan brake marker juga dipasang untuk membantu pengemudi mengenali batas lintasan secara akurat.
“Bila cuaca mendukung, kami segera melakukan pengecatan ulang grid mobil. Prosesnya hanya memakan waktu beberapa jam, sehingga keesokan harinya sirkuit sudah siap digunakan untuk roda empat,” terang Awallutfi.
Ia menambahkan, sebagian besar sistem elektronik hanya memerlukan penyesuaian kecil, seperti mengganti pengaturan default race control dari roda dua ke roda empat.
“Grid mobil dan motor sebenarnya coexist. Jadi, kita hanya perlu melakukan switching antar mode sesuai kebutuhan event,” katanya.
Sirkuit Mandalika merupakan salah satu sirkuit langka di dunia yang memenuhi dua standar homologasi sekaligus, FIM Grade A untuk roda dua dan FIA Grade 3 untuk roda empat.
Kondisi ini menuntut setiap elemen keselamatan di lintasan mampu memenuhi dua parameter berbeda yang tetap saling mendukung.
Perbedaan mendasar antara roda dua dan roda empat terletak pada sistem keamanannya. Di balap mobil, faktor keselamatan lebih banyak berada pada kendaraan, seperti roll cage, sabuk pengaman, dan struktur bodi. “Sedangkan di balap motor, keselamatan sangat bergantung pada desain lintasan, gravel, dan barrier,” jelasnya.
MGPA melakukan penyesuaian hati-hati agar setiap elemen seperti gravel trap, dome, dan barrier aman digunakan untuk keduanya.
Event MFoS 2025 akan menampilkan Kejurnas Indonesia Touring Car Race (ITCR) dengan tiga kelas utama, ITCR 1200, ITCR 1500, dan ITCR 3600.
Selain itu, juga akan hadir BMW M2 Series yang digabung dengan TCR, serta kelas BRZ Super Series, Agya OMR, dan Radical Time Attack.
“Event ini akan menjadi momentum penting untuk menunjukkan kesiapan Mandalika sebagai sirkuit multifungsi berstandar internasional,” ujarnya.
Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengatakan, kesiapan teknis yang dilakukan tim track dan motorsport Mandalika menunjukkan profesionalisme dan konsistensi.
“Setelah MotoGP 2025 lalu, tim kami langsung beralih fokus pada setup roda empat dengan kecepatan dan ketelitian tinggi. Semua ini menunjukkan kesiapan Mandalika sebagai sirkuit yang dapat beradaptasi dengan dua dunia balap sekaligus motor dan mobil,” ujarnya.
Editor : Kimda Farida