Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dari Kampus ke Kejayaan Dunia: Janice Tjen Ukir Tahun Emas di WTA Chennai Open 2025

Rury Anjas Andita • Senin, 3 November 2025 | 17:32 WIB
Janice Tjen raih gelar WTA Chennai Open 2025 dan tembus peringkat 53 dunia, jadi simbol baru kebangkitan tenis Indonesia.
Janice Tjen raih gelar WTA Chennai Open 2025 dan tembus peringkat 53 dunia, jadi simbol baru kebangkitan tenis Indonesia.

LombokPost - Dari lapangan kampus hingga panggung dunia, Janice Tjen menulis kisah luar biasa yang menginspirasi. Dalam waktu hanya 12 bulan, petenis asal Indonesia itu melonjak dari peringkat 500-an dunia ke posisi 53 WTA, sekaligus menutup tahun gemilangnya dengan gelar tunggal dan ganda di WTA Chennai Open 2025.

Kemenangan Janice Tjen di WTA Chennai Open 2025 menjadi momen bersejarah bagi tenis Indonesia. Ia menjadi pemain Indonesia pertama dalam 23 tahun terakhir yang menjuarai turnamen tunggal WTA, mengulangi kejayaan Angelique Widjaja pada 2002.

Dengan peringkat barunya, Tjen kini tercatat sebagai petenis Indonesia berperingkat tertinggi kedua sepanjang masa, hanya kalah dari legenda Yayuk Basuki yang pernah menembus posisi 19 dunia.

Dari Perguruan Tinggi ke Panggung Dunia

Setahun lalu, Janice Tjen masih menjadi bagian dari sirkuit perguruan tinggi Amerika Serikat. Ia menimba ilmu di Pepperdine University setelah sebelumnya menempuh studi di Oregon. Kini, dunia mengenalnya sebagai bintang baru tenis Indonesia.

“Saya sangat senang bisa menang kali ini karena kekalahan sebelumnya sangat memilukan,” ujar Janice Tjen, mengenang kekalahannya di final WTA 250 Sao Paulo pada September lalu. “Saya mencapai final di Sao Paulo, tetapi untungnya hari ini, saya menang,” tambahnya.

Kebangkitan tanpa Rahasia

Kesuksesan Janice Tjen di WTA Chennai Open 2025 bukan hasil keberuntungan. Menurutnya, tidak ada rahasia besar di balik pencapaian ini selain kerja keras dan konsistensi.

“Saya rasa tidak ada rahasia,” ujarnya. “Saya pikir ini hanya tentang bekerja keras, mencoba meningkatkan setiap aspek permainan saya minggu demi minggu. Saya juga mencoba belajar dari kekalahan sebelumnya dan dari pertandingan yang saya menangkan,” sambungnya.

Petenis berusia 23 tahun itu bahkan tidak pernah terlalu memikirkan peringkat dunia yang kini ia tempati. “Saya rasa memang tak terduga. Di atas kertas, peringkatnya memang sedikit melonjak, tetapi saya tidak terlalu memikirkan angka. Saya hanya berusaha bekerja dan melihat apa yang akan terjadi,” katanya.

Peran Penting Sang Pelatih: Christopher Bint

Salah satu kunci kebangkitan Janice Tjen adalah kerja samanya dengan pelatih Christopher Bint. Mereka bertemu ketika Bint menjabat sebagai pelatih performa nasional Tennis New Zealand, dan mulai bekerja sama penuh waktu sejak pertengahan tahun ini.

“Saya kesulitan menemukan pelatih yang cocok dengan saya dan memiliki nilai-nilai yang sama. Entah bagaimana, saya akhirnya bisa terhubung dengan pelatih saya, Christopher Bint, dan sampai sekarang semuanya berjalan sangat baik,” ujar Janice Tjen.

Perjalanan Tak Mudah dari Indonesia ke Dunia

Lahir dari keluarga sederhana di Indonesia, Janice Tjen tahu betul betapa beratnya mengejar karier profesional di dunia tenis. Biaya perjalanan, pelatih, dan kompetisi menjadi tantangan tersendiri. Jalur perguruan tinggi di Amerika menjadi solusi untuk terus bermain dan berkembang.

“Tenis adalah olahraga yang sangat mahal, Anda harus bepergian dan kemudian harus menyewa pelatih. Semua biaya ini terus bertambah dan tidak mudah bagi saya dan keluarga. Untungnya, ada jalur perguruan tinggi yang membantu saya terus mengembangkan permainan dan menempatkan diri saya di posisi yang lebih baik untuk menjadi pemain profesional,” kata Janice Tjen, yang dikenal sebagai penggemar Ash Barty.

Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda

Kemenangan Janice Tjen di WTA Chennai Open 2025 bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan inspirasi bagi banyak anak muda Indonesia yang bermimpi menembus dunia tenis profesional.

“Saya rasa pesan saya adalah jangan putus asa. Bagi saya, saya selalu berusaha menempatkan diri di posisi terbaik untuk dapat berkompetisi di level tertinggi dan tidak pernah berhenti percaya. Semoga akan ada kesempatan bagi pemain muda lainnya untuk berkompetisi di level tertinggi juga,” tutupnya.

Editor : Rury Anjas Andita
#janice tjen #hasil tenis hari ini #petenis indonesia #WTA Chennai Open 2025 #WTA 250