LombokPost - Carlos Alcaraz kembali menegaskan dominasinya di dunia tenis setelah menerima penghargaan bergengsi ATP No. 1 Akhir Tahun 2025 yang dipersembahkan oleh PIF pada gelaran Nitto ATP Finals di Turin.
Penghargaan ATP No. 1 Akhir Tahun ini menjadi bukti konsistensi sang bintang muda sepanjang musim, sekaligus menjadi kedua kalinya ia meraihnya setelah pencapaian serupa pada 2022.
Prestasi ATP No. 1 Akhir Tahun ini makin menegaskan posisi Alcaraz sebagai ikon baru tenis dunia.
Petenis Spanyol berusia 22 tahun itu memastikan gelar ATP No. 1 Akhir Tahun usai mengalahkan Lorenzo Musetti di pertandingan terakhir fase round robin, yang membawa catatan sempurna 3-0 di Nitto ATP Finals.
“Sungguh menyenangkan bagi saya (menjadi) pemain nomor satu,” kata Alcaraz. “Menjadi pemain nomor satu di dunia adalah sesuatu yang saya kerjakan dengan sangat keras bersama tim saya setiap hari. Itu adalah sebuah tujuan., saya sangat, sangat bangga: memiliki tim yang hebat," sambungnya.
Di tengah pencapaian besarnya, Alcaraz menegaskan bahwa keberhasilannya meraih ATP No. 1 Akhir Tahun bukan semata hasil kerja individu. Ia tetap bersama tim yang sama sejak gelar pertamanya pada 2022. Konsistensi itu, menurutnya, menjadi kunci kesuksesannya.
“Saya masih sangat bangga dengan tim yang saya miliki saat ini,” ujar Alcaraz. "Beberapa anggota baru di tim membuat saya sangat senang dan bangga bisa berbagi momen ini dengan mereka juga," tambahnya.
Penghargaan ATP No. 1 Akhir Tahun diserahkan langsung oleh Chairman ATP Andrea Gaudenzi, bersama Mohamed Alsayyad dari PIF.
Momen tersebut menjadi sorotan utama di Turin sekaligus pemanasan jelang semifinal Nitto ATP Finals, di mana Alcaraz akan menghadapi Felix Auger-Aliassime.
Meski fokusnya kini tertuju pada perburuan gelar pertama Nitto ATP Finals, Alcaraz menyempatkan diri mengucapkan terima kasih kepada para penggemarnya di seluruh dunia.
“Kami bepergian sejak 1 Januari hingga akhir November, energi yang luar biasa, atmosfer yang luar biasa, saya merasakan cinta ke mana pun saya pergi," ucapnya.
“Di beberapa turnamen, di beberapa pertandingan, tanpa dukungan dari masyarakat, tidak mungkin kami bisa bangkit, menang, dan mengangkat trofi. Trofi ini jelas untuk mereka,” ujarnya.
Editor : Rury Anjas Andita