Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Korea Utara Setujui Tayangan Premier League dengan Regulasi Ketat, Durasi Dipangkas dan Konten Disensor

Ivan Mardiansyah • Senin, 17 November 2025 | 13:16 WIB
Korea Utara setujui tayangan Premier League dengan durasi dipangkas, konten disensor, dan aturan ketat untuk siaran publik.
Korea Utara setujui tayangan Premier League dengan durasi dipangkas, konten disensor, dan aturan ketat untuk siaran publik.

Lombok Post - Pemerintah Korea Utara akhirnya memberikan lampu hijau untuk menayangkan pertandingan Premier League di dalam negeri, tetapi dengan aturan ketat dan pengawasan penuh.

Persetujuan ini diumumkan di bawah pengawasan langsung Presiden Kim Jong-un, menegaskan kontrol negara atas konten siaran internasional.

Penayangan pertandingan Premier League di Korea Utara tidak dilakukan secara langsung. Seluruh tayangan akan melalui proses pengeditan ulang sebelum disiarkan ke publik.

Durasi pertandingan dipangkas menjadi hanya 60 menit, lebih singkat dibanding durasi normal 90 menit, dan seluruh teks berbahasa Inggris di area stadion diubah menjadi grafis berbahasa Korea Utara.

Selain pemangkasan durasi, konten yang menampilkan pemain asal Korea Selatan, seperti Kim Ji-soo (Brentford) dan Hwang Hee-chan (Wolves), akan dihapus sepenuhnya.

Setiap simbol atau konten yang terkait dengan komunitas LGBTQ+ juga akan disensor secara ketat, menegaskan kontrol pemerintah terhadap tayangan internasional.

Kebijakan ini menegaskan pola kontrol informasi yang telah menjadi ciri khas Korea Utara. Publik memang diizinkan menikmati pertandingan Premier League, tetapi dalam format yang telah diubah, dipangkas, dan disensor, sehingga pesan yang diterima masyarakat sepenuhnya mengikuti narasi pemerintah.

Baca Juga: Ashley Cole Ungkap Duel Legendaris yang Bikin Cristiano Ronaldo Minta Diganti: “Saya Berhasil Mengantonginya”

Langkah ini mengingatkan pada praktik serupa saat Korea Utara menyiarkan Piala Dunia 2010, ketika pertandingan melawan Brasil diedit sedemikian rupa sehingga mengubah persepsi publik mengenai hasil pertandingan. Pengalaman tersebut kini diterapkan pada tayangan sepak bola internasional, termasuk liga top Eropa seperti Premier League.

Para penggemar sepak bola internasional di Korea Utara tetap dapat menyaksikan aksi tim-tim besar, namun mereka tidak akan mendapatkan tayangan utuh.

Pemerintah mengutamakan kontrol ketat konten demi menjaga stabilitas informasi dan menghindari pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kebijakan negara.

Beberapa analis menilai langkah ini sebagai bentuk kombinasi antara hiburan dan kontrol politik, di mana olahraga internasional tetap diperbolehkan, namun harus selaras dengan kepentingan pemerintah.

Penayangan Premier League di Korea Utara menjadi bukti bahwa sepak bola memiliki daya tarik global, namun di negara ini, hiburan juga selalu dibatasi oleh regulasi ketat.

Dengan kebijakan baru ini, masa depan tayangan Premier League di Korea Utara akan tetap menarik bagi penggemar sepak bola, meski bentuknya telah jauh berbeda dari standar internasional.

Durasi dipangkas, konten disensor, dan teks asing dihilangkan, menegaskan bahwa kendali pemerintah atas informasi tetap menjadi prioritas utama.

 

Editor : Kimda Farida
#siaran sepak bola #regulasi ketat siaran #pemain Korea Selatan #premier league #korea utara