Sebanyak 38 klub taekwondo dari seluruh Pengkab/Pengkot memperebutkan prestise tertinggi: predikat juara umum.
Sekretaris Panitia Pelaksana Lalu Dedy Rahman mengatakan antusiasme peserta begitu besar. Para atlet bertarung dalam dua nomor bergengsi, yakni kyurugi dan poomsae, dengan kategori lengkap mulai dari pemula pracadet (A, B, C), cadet, junior hingga senior.
Selain kategori pemula, panitia juga membuka kelas prestasi untuk cadet, junior, dan senior—yang dikenal sebagai arena pertarungan paling ketat.
“Masing-masing klub bersaing habis-habisan untuk meraih predikat juara umum,” ujar Lalu Dedy Rahman.
Hadiah Jutaan Rupiah untuk Juara Umum
Untuk memacu semangat tanding, panitia menyiapkan trophy, piagam penghargaan, dan uang pembinaan jutaan rupiah bagi setiap juara umum di dua kelas: prestasi dan pemula.
Kelas Prestasi
Juara Umum 1: Trophy + Piagam + Rp 3.000.000
Juara Umum 2: Trophy + Piagam + Rp 2.000.000
Juara Umum 3: Trophy + Piagam + Rp 1.000.000
Kelas Pemula
Juara Umum 1: Trophy + Piagam + Rp 3.000.000
Juara Umum 2: Trophy + Piagam + Rp 2.000.000
Juara Umum 3: Trophy + Piagam + Rp 1.000.000
Kejurprov Taekwondo NTB tahun 2025 dibuka Wakil Ketua KONI NTB Agus Suharyan di Sport Hall GOR 17 Desember Turida Mataram, Sabtu (22/11) siang.
Kejurprov tahun ini tidak hanya menjadi ajang unjuk teknik dan kekuatan, tetapi juga momentum mempersiapkan atlet-atlet NTB menuju kejuaraan nasional dan even lebih besar.
Dengan jumlah peserta yang membludak dan hadiah yang menggiurkan, persaingan dipastikan berlangsung keras sejak ronde pertama hingga final. Para pelatih dan ofisial klub menyebut edisi tahun ini sebagai salah satu yang paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.
Gelaran dua hari ini diharapkan melahirkan bibit baru taekwondoin NTB sekaligus memperkuat prestasi daerah di kancah nasional. (*)
Editor : Marthadi