LombokPost - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB terus bergerak cepat mematangkan persiapan Pekan Olahraga Provinsi NTB (Porprov NTB) 2026. Sebagai langkah strategis, baru-baru ini KONI NTB menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) intensif bersama seluruh KONI kabupaten/kota di NTB. Rakor dipimpin Sekretaris KONI NTB M Nur Haedin dan Wakil Ketua KONI NTB Agus Suharyan.
Sekretaris KONI NTB, M Nur Haedin, yang akrab disapa Edo, menyampaikan bahwa Rakor ini bertujuan untuk memastikan kesiapan penuh seluruh daerah.
"Kami ingin pastikan kesiapan kabupaten/kota terkait Porprov NTB 2026. Sekaligus mendengarkan saran dan masukan langsung dari mereka," ujar Edo, menekankan pentingnya sinergi dalam pelaksanaan Porprov NTB.
Dari hasil rakor tersebut, dirumuskan beberapa kesepakatan penting terkait pelaksanaan Porprov NTB 2026 yang rencananya akan dilangsungkan pada Juli tahun depan. Kabar baiknya, seluruh KONI kabupaten/kota se-NTB memastikan kesiapan mereka untuk mengikuti kompetisi sebagai peserta.
Namun, terkait status tuan rumah, Edo membeberkan adanya dua daerah yang menyatakan ketidakmampuan. ”Sebagai peserta semua daerah siap. Tapi untuk menjadi tuan rumah Porprov NTB, ada dua daerah yang menyatakan tidak siap, yakni Bima dan Dompu,” katanya.
Dalam rakor tersebut, daerah juga menyoroti kejelasan terkait hak dan kewajiban, khususnya sharing anggaran antara provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu, KONI kabupaten/kota meminta adanya surat resmi dari Gubernur NTB yang ditujukan kepada Bupati serta Wali Kota.
Surat ini penting untuk mendapatkan dukungan penuh dan anggaran yang memadai dari Pemda masing-masing demi kesuksesan Porprov NTB 2026.
Beberapa jadwal penting juga ditetapkan dalam rakor tersebut. Yakni batas mutasi atlet ditetapkan pada 1 Desember 2025. Entry By Sport paling lambat hingga 31 Desember 2025. Entry by Name dijadwalkan pada 1-31 Januari 2026. THB cabor paling lambat diserahkan 29 November. Jika tidak diserahkan, akan mengacu pada THB PON Aceh-Sumut.
Sementara itu, Wakil Ketua KONI NTB, Agus Suharyan, mengungkapkan total 51 cabor yang akan dipertandingkan. Menariknya, terdapat tiga cabor tambahan yang diusulkan masuk, yaitu padel, pentathlon, dan ski air.
"Ketiga cabor Porprov NTB ini diusulkan karena akan dipertandingkan di PON 2028. Jadi Porprov NTB 2026 ini sekaligus sebagai ajang persiapan dan pemanasan," jelas Agus.
Editor : Pujo Nugroho