LombokPost - Kontestasi pemilihan Ketua Asprov PSSI NTB resmi memasuki babak persaingan sengit. Pada hari terakhir pendaftaran, Sabtu (29/11), muncul dua nama kandidat kuat. Salah satunya adalah Baehaqi, yang secara resmi menyerahkan berkas persyaratan pencalonannya kepada Komite Pemilihan. Kehadiran Baehaqi memastikan pemilihan Asprov PSSI NTB kali ini akan menyuguhkan duel visi dan misi untuk sepak bola NTB.
Ketua Tim Pemenangan Baehaqi, Raden Nuna Abriadi menyatakan bahwa pihaknya telah melengkapi seluruh berkas persyaratan, termasuk biaya komitmen pendaftaran. Nuna optimis, kepemimpinan baru Asprov PSSI NTB di bawah Baehaqi akan membawa sepak bola NTB melompat lebih tinggi.
Meskipun mengakui kinerja kepemimpinan sebelumnya sudah baik, target utama mereka adalah meningkatkan kualitas secara menyeluruh. Bagi tim Baehaqi, keberhasilan sejati bukanlah besarnya organisasi, tetapi bagaimana klub-klub dari NTB mampu berbicara di kancah nasional yang lebih tinggi.
Salah satu fokus utama yang diusung tim Baehaqi adalah memastikan kompetisi berjenjang di Asprov PSSI NTB bergulir secara rutin dan berkualitas. Mereka menekankan bahwa permasalahan utama bukanlah soal pembiayaan, melainkan keseriusan dan komitmen untuk menjadikan sepak bola NTB lebih baik.
Nuna Abriadi juga menyoroti bahwa sepak bola kini telah menjadi industri besar di Indonesia. Fenomena tarkam yang berjalan masif membuktikan besarnya gairah dan potensi ekonomi dalam sepak bola.
Melihat geliat industri sepak bola dari fenomena tarkam yang bahkan bisa melebihi kompetisi resmi, Baehaqi berkomitmen penuh untuk memastikan kompetisi reguler di bawah naungan PSSI NTB tidak tenggelam. ”Komitmen kami adalah agar kompetisi reguler tidak tenggelam dibandingkan open turnamen,” tegas Nuna Abriadi.
Peta jalan yang ditawarkan oleh Baehaqi diharapkan dapat membangkitkan kegairahan seluruh insan sepak bola NTB dan mendorong iklim yang lebih profesional.
Secara mengejutkan, tim Baehaqi mengklaim telah mengamankan dukungan mayoritas voters. Dari total 39 voters, Baehaqi menyebut sudah mengantongi 26 dukungan. Angka ini, menurut hitungan mereka, sudah cukup untuk mengunci kemenangan. ”Ini sudah kita kunci. Kalau berdasarkan hitungan pemilihan ini sudah selesai,” ujar Nuna.
Dukungan dari voters ini dikuatkan dengan surat bermaterai dan bertanda tangan basah. Meski demikian, mereka tetap membuka ruang bagi voters yang lain untuk bergabung, berharap pemilihan Ketua Asprov PSSI NTB bisa berjalan secara aklamasi demi kebersamaan membangun sepak bola NTB.
Sementara itu, Baehaqi sendiri menyampaikan bahwa motivasinya maju semata-mata didorong oleh kepeduliannya terhadap sepak bola NTB. Ia bertekad untuk membawa PSSI NTB lebih baik lagi. Menurutnya, sepak bola tidak hanya sebatas urusan di dalam lapangan, tetapi juga mengenai multiplier effect yang luar biasa bagi masyarakat. Oleh karena itu, salah satu program utamanya adalah menjalankan kompetisi sebanyak-banyaknya dengan kualitas yang terjaga, termasuk kompetisi usia dini.
Baca Juga: Rekap Liga Champions, Arsenal Menggila, Mbappe Quattrick, Liverpool Tumbang di Kandang
Baehaqi memiliki visi agar klub-klub dari NTB memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di tingkat nasional. Ia berjanji akan mencari solusi konkret agar klub lokal mampu menembus pentas nasional. Untuk tahun pertama kepengurusannya, prioritas utama adalah mengawali dengan kompetisi resmi yang berkesinambungan, dimulai dari kompetisi usia dini hingga level senior, sebagai fondasi kuat untuk masa depan sepak bola NTB.
Editor : Pujo Nugroho