Gol roketnya dari jarak jauh saat Persija kalah 1-3 dari Arema FC pada 9 Maret 2025 kini bersaing dengan gol-gol terbaik dunia.
Tembakan jarak jauh itu lahir ketika Ridho melihat kiper Lucas Frigeri berdiri terlalu maju. Umpan Ryo Matsumura menjadi pemicu awal.
Bola yang dilepas Ridho dari area tengah lapangan melesat kencang dan menukik masuk ke sudut atas gawang.
Momen tersebut membuat Frigeri terpaku dan langsung viral karena gol seperti itu sangat jarang terjadi di Super League.
Masuknya Ridho ke daftar kandidat mempertemukannya dengan nama-nama besar seperti Lamine Yamal dari Barcelona, Declan Rice dari Arsenal, Alessandro Deiola dari Cagliari, hingga Santiago Montiel dari Independiente.
Posisi Ridho sebagai wakil Indonesia membuat pencapaiannya terasa lebih istimewa karena gol dari Super League jarang menembus nominasi global FIFA.
Jejak ini juga mengingatkan publik pada sejarah Asia Tenggara di Puskas Award. Pada 2016, Mohd Faiz Subri dari Malaysia pernah menjadi juara. Kini peluang Ridho terbuka untuk menyamai rekor tersebut. Jika menang, ia akan menjadi pemain Asia ketiga setelah Son Heung-min (2020) dan Faiz Subri.
Gol tunggal itu mendorong namanya ke panggung global dan membuka jalan bagi sejarah baru jika suara publik mengalir deras.
Ridho kini hanya selangkah menuju pencapaian yang dapat menempatkannya sejajar dengan Son Heung-min di daftar elit pemain Asia. (*)
Editor : Marthadi