Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Uli Hoeneß: “Barcelona Klub yang Tak Pernah Saya Hormati!” Keuangan Rapuh, Masih Bertahan di Divisi Utama

Ivan Mardiansyah • Jumat, 5 Desember 2025 | 08:16 WIB

 

Uli Hoeneß kritik keras: “Barcelona klub yang tak pantas dihormati” karena utang €1,3 miliar dan manajemen keuangan buruk.
Uli Hoeneß kritik keras: “Barcelona klub yang tak pantas dihormati” karena utang €1,3 miliar dan manajemen keuangan buruk.

Lombok Post — Mantan presiden kehormatan Bayern Munich, Uli Hoeneß, kembali melontarkan kritik keras terhadap kondisi keuangan dan manajemen FC Barcelona. Hoeneß dengan tegas menyebut bahwa Barcelona adalah klub yang “tidak akan pernah saya hormati”, dan mempertanyakan bagaimana klub dengan utang besar tetap diizinkan bermain di divisi utama.

Menurut Hoeneß, beban utang Barcelona yang disebut mencapai sekitar €1,3 miliar menjadikan manajemen klub tersebut sebagai contoh buruk dalam hal profesionalisme finansial. Dalam pandangannya, “di negara normal mana pun, klub yang dikelola seperti itu bahkan tidak akan berada di divisi utama.” Hoeneß menilai bahwa model pengelolaan seperti Barcelona bertolak belakang dengan prinsip klub sehat ala Bayern Munich, yang mengedepankan stabilitas keuangan dan manajemen bertanggung jawab.

Ia menyatakan bahwa keberadaan Barcelona di kasta tertinggi dalam situasi keuangan seperti itu adalah “absurd dan tidak bisa diterima.” Hoeneß heran karena meskipun memiliki utang setengah triliun euro, klub Catalan tetap diperbolehkan bersaing di level tertinggi sesuatu yang menurutnya “mustahil terjadi” di liga dengan regulasi keuangan ketat seperti di Jerman.

Baca Juga: Barcelona Resmi Jadi Raja Utang Dunia, Ini Biang Keroknya !

Hoeneß menekankan bahwa di Bayern Munich, keberhasilan olahraga dibangun di atas disiplin ekonomi, bukan “akrobat keuangan” atau strategi keuangan berisiko. Baginya, fakta bahwa Barcelona terus membeli pemain, mengontrak mahal, serta menjalankan operasional dengan utang besar adalah contoh bagaimana klub bisa kehilangan keseimbangan antara prestasi dan tanggung jawab finansial.

Kritik ini kembali mencuat di tengah sorotan luas terhadap krisis finansial Barcelona — termasuk beban utang klub, kebijakan transfer besar-besaran, dan kesulitan dalam merestrukturisasi neraca keuangan. Bagi banyak pihak, pernyataan Hoeneß adalah peringatan keras bahwa klub besar sekalipun tidak kebal terhadap dampak buruk manajemen keuangan yang buruk.

Pernyataan tegas dari Uli Hoeneß ini semakin memperparah tekanan terhadap Barcelona, yang selain harus menghadapi masalah di lapangan, kini harus pula menanggung reputasi sebagai klub dengan tantangan berat di balik gemerlap nama besar dan sejarah panjang.

Baca Juga: Lewandowski Kaget, Menu Barcelona Tanpa Daging Bikin Striker Polandia Terdiam

Editor : Akbar Sirinawa
#klub elit Eropa #uli hoeness #utang Satu koma tiga miliar euro #Barcelona #manajemen keuangan klub #Krisis finansial klub #bayern munich vs barcelona