LombokPost – Undian Australian Open 2026 langsung memantik sorotan besar. Novak Djokovic dan Jannik Sinner berada di seed undian yang sama, membuka peluang duel semifinal impian di Grand Slam pertama musim ini. Sementara itu, Carlos Alcaraz mulai mempelajari jalannya setelah hasil undian diumumkan Kamis di Melbourne.
Juara 10 kali Australian Open, Novak Djokovic, berpotensi kembali bertemu juara bertahan dua kali Jannik Sinner di semifinal. Bentrokan ini menjadi salah satu skenario paling dinantikan, mengingat rivalitas keduanya yang kian panas di panggung besar.
Dalam seri Lexus ATP Head2Head, Sinner kini unggul 6-4 atas Djokovic—berbalik dari kondisi sebelumnya saat Djokovic memimpin 4-1. Petenis Italia berusia 24 tahun itu juga pernah menyingkirkan Djokovic di semifinal Australian Open 2024, sebelum melaju meraih gelar Grand Slam pertamanya. Ulangan duel tersebut berpeluang terjadi dalam dua pekan ke depan.
Alcaraz Mulai dari Walton, Bidik Career Grand Slam
Di sisi lain undian, Carlos Alcaraz, peringkat 1 dunia versi PIF ATP Rankings, mengincar gelar Grand Slam ketujuh sekaligus menyempurnakan Career Grand Slam. Petenis Spanyol berusia 22 tahun itu berada di paruh yang sama dengan Alexander Zverev dan akan memulai laga melawan petenis tuan rumah Adam Walton.
Djokovic, kini berusia 38 tahun, memburu gelar Grand Slam ke-25, yang akan memecahkan rekor bersama Margaret Court sebagai pemilik gelar tunggal Grand Slam terbanyak sepanjang sejarah tenis. Di babak pertama, Djokovic akan menghadapi Pedro Martinez. Sementara Sinner, unggulan kedua, mengawali kampanye melawan petenis kidal Prancis Hugo Gaston.
Sinner: Undian Sulit, Jalannya Panjang
Hadir langsung sebelum upacara undian, Jannik Sinner menegaskan fokusnya menghadapi tantangan Australian Open.
“Undiannya sangat sulit, tidak peduli siapa lawan Anda,” kata Sinner, yang memiliki rekor turnamen 22-4. “Kami adalah pemain terbaik di dunia dan jalannya sangat, sangat panjang dan sangat jauh. Kami akan menjalaninya hari demi hari,” tambahnya.
Petenis Italia itu juga berbicara tentang kerja samanya dengan pelatih asal Australia, Darren Cahill, yang kembali berlanjut musim ini.
“Kami sempat berbincang-bincang dengan baik di akhir tahun dan sungguh menyenangkan bisa berbagi setidaknya satu musim lagi dengannya,” kata Sinner.
“Dia memberikan begitu banyak ketenangan dan saya merasa sangat aman bersamanya di sudut ring, dan bukan hanya saya, tetapi juga seluruh tim. Ini luar biasa, terutama bermain di sini, bermain di Australia dengan satu anggota tim Australia,” tegasnya.
Laga Pembuka Panas dan Kabar Mundur
Selain potensi duel Djokovic vs Sinner, sejumlah laga putaran pertama juga mencuri perhatian. Unggulan keenam Alex de Minaur akan menghadapi Matteo Berrettini, mantan unggulan keenam yang memiliki rekor pertemuan keras cukup ketat. Keduanya berbagi kemenangan pada pertemuan lapangan keras 2025, dengan Berrettini memimpin 3-2 dalam seri Lexus ATP Head2Head.
Sementara itu, Alexander Zverev akan berhadapan dengan Gabriel Diallo yang dikenal memiliki servis keras. Ini menjadi pertemuan pertama keduanya di level ATP Tour.
Di luar lapangan, kabar mengejutkan datang dari Thanasi Kokkinakis, favorit tuan rumah, yang mengumumkan pengunduran diri sesaat sebelum upacara undian.
Editor : Rury Anjas Andita