Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Roger Federer Kembali ke Australian Open, Soroti Rivalitas Carlos Alcaraz–Jannik Sinner dan Momen Paling Ikonik dalam Kariernya

Rury Anjas Andita • Jumat, 16 Januari 2026 | 06:45 WIB
Roger Federer kembali ke Australian Open, mengenang final ikonik AO 2017 dan menyoroti rivalitas Alcaraz–Sinner di AO 2026.
Roger Federer kembali ke Australian Open, mengenang final ikonik AO 2017 dan menyoroti rivalitas Alcaraz–Sinner di AO 2026.

LombokPost – Roger Federer kembali ke Australian Open dan langsung mencuri perhatian. Legenda tenis Swiss itu berbicara kepada media di Melbourne Park, Kamis (15/1), menjelang kehadirannya di upacara pembukaan Australian Open 2026.

Dalam kesempatan itu, Federer mengulas momen terpenting dalam kariernya, sekaligus memberi pandangannya tentang rivalitas Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner yang kini mendominasi tenis dunia.

Bagi Federer, yang enam kali menjuarai Australian Open, satu momen tetap berdiri paling tinggi dibanding yang lain: gelar kelimanya di Melbourne pada AO 2017, kemenangan epik atas Rafael Nadal.

“Saya rasa itu pasti tahun 2017 hanya karena cara pertandingan berakhir di final melawan Rafa,” kenang Federer.

“Rasanya seperti mimpi. Saya datang ke sini tanpa ekspektasi. Mungkin saya akan senang dengan perempat final. Saya rasa Seve (Luthi), pelatih saya, dan Ivan (Ljubicic) diam-diam percaya saya bisa melakukannya. Saya lebih seperti. Ya, tidak mungkin, di peringkat 17 dunia, setelah tidak bermain selama enam bulan, dan sebagainya,” tambahnya.

Federer kala itu berusia 35 tahun dan baru kembali dari cedera panjang. Namun, Australian Open 2017 justru melahirkan salah satu final paling ikonik sepanjang sejarah tenis.

Final AO 2017, Momen yang Tak Terlupakan

Federer mengalahkan Nadal dalam laga lima set dramatis, ditutup dengan forehand menyusur garis yang legendaris di set penentuan. Momen itu, menurut Federer, terus hidup hingga hari ini.

“Saya bermain sangat baik di Hopman Cup. Datang ke sini dengan perasaan baik. Namun saya tahu saya mendapat undian yang sulit, harus melewati beberapa pemain besar untuk bisa mendekati kemenangan. Saya rasa cara final berlangsung menjadikannya mungkin salah satu final paling istimewa yang pernah saya alami dalam karier saya.”

Tak berlebihan jika Australian Open disebut sebagai salah satu panggung terpenting dalam perjalanan karier Federer, yang juga juara di Melbourne pada 2004, 2006–07, 2010, dan 2018.

 

Alcaraz vs Sinner, Rivalitas Baru Tenis Dunia

Selain nostalgia, Federer juga menyoroti rivalitas Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi pusat perhatian dunia tenis. Keduanya telah memenangkan delapan gelar Grand Slam terakhir dan bertemu di tiga final Grand Slam sepanjang 2025, termasuk duel epik di Roland Garros.

“Persaingan dengan Alcaraz dan Sinner sangat hebat. Mereka memainkan tenis yang luar biasa. Saya pikir final French Open itu tidak nyata. Saya pikir pertandingan itu, bukan berarti harus sampai seperti itu, tetapi sangat bagus bahwa kita memilikinya,” kata Federer.

“Saya merasa untuk sesaat, dunia olahraga berhenti dan menyaksikan ke arah Paris, apa yang terjadi di set kelima yang epik itu karena jelas bisa berakhir jauh lebih cepat untuk Jannik,” ujarnya.

Federer menyebut final Roland Garros tersebut sebagai salah satu pertandingan terbaik yang pernah ada.

“Lalu tiba-tiba semuanya berakhir dengan cara yang sangat gila. Mungkin salah satu pertandingan terhebat yang pernah kita saksikan dalam olahraga kita. Senang rasanya kita masih bisa memanfaatkan momentum itu,” ungkapnya.

Ia juga memuji perkembangan pesat keduanya. “Kemudian mereka melanjutkannya dengan bermain melawan satu sama lain di semua final lainnya. Semua orang berusaha untuk mengimbangi dan mereka berusaha untuk unggul. Apa yang telah kita lihat dalam hal perkembangan mereka dalam beberapa tahun terakhir, sungguh luar biasa. Saya sedikit berlatih dengan mereka. Mereka adalah pemukul bola yang luar biasa. Jelas masih banyak lagi yang akan datang,” tegasnya.

Alcaraz Kejar Sejarah di Australian Open 2026

Di Australian Open 2026, Jannik Sinner datang sebagai juara bertahan dua kali, sementara Carlos Alcaraz berpeluang mencetak sejarah besar. Petenis Spanyol itu bisa menjadi pria termuda yang menuntaskan Career Grand Slam jika mampu menjuarai AO.

“(Carlos) tahu tentang itu. Ini seperti Rory (McIlroy) yang mengincar Masters. Hal-hal seperti itu sulit. Pada akhirnya, momentum bergeser setelah babak pertama. Kemudian mentalitasnya adalah poin demi poin. Memang benar, untuk menyelesaikan Grand Slam karier sekarang akan sangat gila,” kata Federer.

Federer berharap momen besar kembali tercipta di Melbourne. “Jadi mari kita lihat apakah dia mampu melakukan hal 'gila' minggu ini. Saya harap dia bisa karena bagi permainan ini, sekali lagi, itu akan menjadi momen yang luar biasa dan istimewa. Dia memiliki ratusan pemain lain yang mengatakan, ‘Kami tidak setuju dengan rencana itu’. Mereka mungkin mencoba menghentikannya,” ajaknya.

Editor : Rury Anjas Andita
#Carlos Alcaraz #Jannik Sinner #Roger federer #Australian Open