Meski Barcelona sempat berencana memperpanjang kontraknya—yang berlaku hingga 2027—situasi di lapangan membuat Dro berpikir ulang. Klausul rilis senilai 6 juta euro dinilai realistis bagi klub-klub besar Eropa yang mencari talenta muda siap pakai.
Dro merasa minim peran di tim utama, meski pelatih Hansi Flick dan manajemen klub berulang kali menyatakan kepercayaan. Ketatnya persaingan di lini tengah menjadi faktor utama yang mendorong sang pemain mempertimbangkan hengkang.
PSG Disebut Jadi Kuda Hitam
Hingga kini, Barcelona belum mengetahui pasti tujuan Dro. Namun, sejumlah sumber di ruang ganti Blaugrana menyebut Paris Saint-Germain (PSG) sebagai kandidat kuat yang selama ini bergerak senyap.
Bahkan, di internal tim diyakini Dro akan berakhir di Paris, berdasarkan sinyal yang disebut-sebut disampaikan sang pemain kepada rekan setimnya.
Meski begitu, dari pihak lingkungan Dro menegaskan bahwa belum ada tawaran resmi dari PSG. Masa depan sang pemain disebut masih terbuka dan belum diputuskan.
Inggris dan Jerman Lebih Dulu Bergerak
Indikasi awal justru mengarah ke Inggris dan Jerman. Manchester City dikabarkan pernah menunjukkan minat, sementara beberapa klub Bundesliga juga memantau situasi Dro.
Namun, PSG tetap sulit diabaikan. Selain kekuatan finansial, klub Prancis itu dikenal piawai merekrut pemain jebolan akademi Barcelona.
Menit Bermain Minim
Dro melakoni debut profesionalnya di bawah asuhan Hansi Flick. Namun sejak itu, perannya terus menurun. Ia baru tampil dalam empat laga La Liga dan satu pertandingan Liga Champions.
Ironisnya, ia tak mendapat menit bermain di Copa del Rey, meski lawan yang dihadapi tergolong lebih lemah, maupun di Piala Super Spanyol. Terakhir kali Flick menurunkannya terjadi pada 12 Desember, saat bermain 16 menit melawan Atlético Madrid.
Dengan posisi yang bisa diisi De Jong, Gavi, Pedri, Dani Olmo, Fermín López, Raphinha, hingga Marcus Rashford, peluang Dro menembus tim utama dinilai semakin sempit.
Jika tak ada perubahan drastis, kepindahan sang wonderkid tampaknya hanya tinggal menunggu waktu.
Editor : Marthadi