Kekalahan ini membuat Erling Haaland angkat bicara dan menyebut hasil tersebut sebagai sesuatu yang “memalukan”.
Bermain di laga krusial fase liga Liga Champions, City justru tampil di bawah tekanan. Situasi semakin rumit setelah gelandang andalan Rodri diganjar kartu merah akibat dua kartu kuning dalam waktu berdekatan.
Kondisi itu membuat dominasi City runtuh dan memberi ruang bagi Bodø/Glimt untuk tampil percaya diri.
“Saya tidak punya jawaban. Saya bertanggung jawab karena tidak mencetak gol yang seharusnya,” ujar Haaland kepada media.
Penyerang asal Norwegia itu bahkan secara terbuka meminta maaf kepada seluruh pendukung Manchester City yang menyaksikan kekalahan tersebut.
“Pada akhirnya ini memalukan. Mereka bermain luar biasa dan pantas menang,” lanjutnya.
Kekalahan ini menambah catatan buruk City yang hanya meraih dua kemenangan dari tujuh laga terakhir di semua kompetisi. Ironisnya, salah satu kemenangan tersebut diraih saat menghadapi tim kasta ketiga, Exeter, di Piala FA.
Pelatih Manchester City Pep Guardiola tak menampik kondisi timnya yang sedang terpuruk. Ia mengakui hampir semua hal berjalan tidak sesuai rencana.
“Hari ini adalah peluang besar bagi kami, tetapi semuanya berjalan salah. Banyak detail yang tidak berpihak kepada kami dan itu fakta,” kata Guardiola.
“Di Liga Champions, tidak ada yang bisa dianggap mudah. Momentum hari ini menghukum kami,” tambahnya.
Masalah City kian kompleks dengan badai cedera di lini belakang. Bek-bek utama seperti Rúben Dias, John Stones, dan Joško Gvardiol masih menepi, sementara Matheus Nunes absen karena sakit.
Situasi ini membuat posisi City di klasemen Liga Champions terancam. Mereka berpotensi keluar dari delapan besar yang lolos otomatis ke babak 16 besar. Nasib City akan ditentukan pada laga pamungkas melawan Galatasaray pekan depan.
Meski demikian, Guardiola menolak menyalahkan Rodri yang baru kembali dari cedera lutut panjang.
“Itu situasi sulit. Reaksinya wajar. Kartu kedua memang terasa ringan, tapi keputusan sudah diambil,” ujarnya.
Editor : Marthadi