LombokPost - Australia Terbuka 2026 kembali menghadirkan kejutan besar. Remaja Amerika Iva Jovic, pemain termuda di Top 100 dunia, tampil luar biasa dengan menyingkirkan unggulan ketujuh Jasmine Paolini di putaran ketiga Australia Terbuka, Jumat (23/1).
Iva Jovic yang baru berusia 18 tahun menang meyakinkan 6-2, 7-6(3) atas Paolini, hasil yang langsung mengantarkannya ke minggu kedua Australia Terbuka untuk pertama kali dalam karier, hanya pada penampilan undian utama Grand Slam keenamnya.
Kemenangan ini menjadi sorotan karena Iva Jovic dan Novak Djokovic berada dalam satu benang merah—nasihat sang legenda Serbia terbukti memberi dampak nyata.
Balas Kekalahan Lama, Jovic Pecah Telur Lawan Top 10
Hasil ini juga menjadi kemenangan pertama Iva Jovic atas pemain Top 10 dunia dari empat pertemuan. Dua dari tiga kekalahan sebelumnya justru datang dari Paolini, masing-masing di Indian Wells dan AS Terbuka tahun lalu.
“Saya sudah lama menginginkan yang ini,” kata Iva Jovic dalam wawancara di lapangan.
"Mengalami beberapa kekalahan berat. Saya sangat senang bisa melewati rintangan itu dan meraih kemenangan hari ini," tegasnya.
Dengan hasil tersebut, unggulan ke-29 itu langsung mencatatkan pencapaian terbesar dalam karier mudanya di Australia Terbuka 2026.
Nasihat Djokovic Jadi Kunci Permainan Agresif Jovic
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Iva Jovic mengungkapkan peran besar Novak Djokovic di balik performa impresifnya. Ia mengaku mendapat sejumlah “tips yang sangat penuh perhatian” dari mantan peringkat satu dunia itu sehari sebelum laga.
“Hanya untuk membuka lapangan sedikit lebih baik, agar tidak terburu-buru dalam melakukan pukulan, carilah yang lebih lebar,” jelasnya.
"Jadi saya mencoba melakukan itu, dan itu berakhir dengan baik. Jadi saya hanya akan mencoba untuk terus mendengarkan Novak," bebernya.
Hubungan Jovic dengan Djokovic terasa alami. Putri dari ayah asal Serbia dan ibu asal Kroasia itu masih rutin mengunjungi Serbia setiap tahun, termasuk Beograd dan Leskovac, tempat keluarga besarnya tinggal.
"Ini sangat gila. Kamu selalu memikirkan momen-momen di mana kamu akan bertemu idolamu sebentar, dan menurutku kadang-kadang bagi orang-orang tertentu hal itu bisa sedikit mengecewakan jika mereka tidak sebaik atau seterbuka yang kamu perkirakan. Menurutku itu sering terjadi ketika kamu melihat, oh, wow, itu jelas tidak seperti yang terlihat di TV,” katanya.
"Saya pikir dia bahkan lebih baik hati dan lebih penuh perhatian di luar kamera daripada apa yang dia gambarkan. Sungguh menakjubkan. Maksud saya, dia sangat cerdas dan cerdas dan sangat ingin membantu generasi muda. Jadi saya sangat bersyukur mendapat nasihat itu," pungkasnya.
Paolini Tertekan, Jovic Unggul di Momen Kunci
Petunjuk Djokovic terlihat jelas pada set pertama. Jovic tampil agresif, menyerang dari sisi ke sisi, dan menekan Paolini hingga melakukan 13 kesalahan sendiri dan hanya mencetak empat winner dalam set pembuka yang berlangsung 37 menit.
Paolini mencoba bangkit di set kedua dengan mengubah taktik—memainkan bola tinggi ke backhand Jovic dan memperpanjang reli. Dua kali Jovic gagal menutup pertandingan saat servis di kedudukan 5-4 dan 6-5.
Namun, di tiebreak, Iva Jovic kembali memegang kendali. Backhand tajam dan pengembalian berani—winner ke-20 dalam pertandingan—mengantar sang remaja mengunci kemenangan.
“Saya mencoba fokus pada apa yang saya lakukan di awal pertandingan,” kata Jovic.
“Menjadi sangat agresif dan mengendalikan permainan. Saya pikir ketika saya melakukan servis untuk pertandingan tersebut, saya menjadi terlalu pasif -jadi saya berkata pada diri sendiri untuk melakukan pukulan swing dan itu membantu pada tiebreak," ujarnya.
Tantangan berikutnya di Australia Terbuka adalah menghadapi Yulia Putintseva di babak keempat—peluang emas lain bagi sang remaja untuk terus mencuri perhatian dunia tenis.
Editor : Rury Anjas Andita