Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PASI NTB Genjot Pembibitan Atlet Berprestasi

Pujo Nugroho • Rabu, 28 Januari 2026 | 13:35 WIB

 

Didi Sumardi
Didi Sumardi
 

LombokPost - Pengprov PASI NTB tengah dilanda kegelisahan mendalam.

Kondisi pembinaan dan minimnya stok atlet atletik NTB yang berprestasi menjadi sorotan utama dalam rapat kerja (Raker) Anggota Tahunan yang digelar baru-baru ini.

Ketua Pengprov PASI NTB Didi Sumardi, secara terbuka mengungkapkan kegelisahannya terkait regenerasi atlet yang lamban.

Meskipun NTB dikenal sebagai lumbung pelari nasional, Didi menilai ketersediaan atlet atletik NTB yang potensial saat ini belum menunjukkan penambahan yang signifikan untuk bersaing di level tertinggi.

“Akselerasi pembibitan atlet berprestasi sebenarnya menjadi harapan besar kami. Namun jujur, saya bisa katakan kami sedang harap-harap cemas dengan kondisi saat ini, di mana stok atlet potensial kita belum bertambah secara signifikan,” ujarnya.

Menurut Didi, raker tahun ini bukan sekadar agenda evaluasi rutin, melainkan momentum krusial untuk menyelamatkan tongkat estafet prestasi.

Fokus utama PASI NTB saat ini adalah merumuskan program strategis untuk menyongsong PON 2028.

Tanpa stok atlet yang melimpah, target juara bisa saja meleset.

Ia mengakui bahwa proses regenerasi memang tetap berjalan di bawah naungan PASI NTB.

Namun, penambahan wajah-wajah baru di lintasan lari maupun nomor lapangan lainnya dirasa masih sangat lambat. Hal ini menjadi alarm keras bagi seluruh pengurus di tingkat kabupaten/kota.

”Sebenarnya atlet kita tidak itu-itu saja, ada tambahan satu atau dua orang. Tapi ekspektasi kita, stok atlet atletik NTB harusnya bisa jauh lebih banyak lagi agar kesinambungan prestasi kita tetap terjaga,” tuturnya.

Situasi minimnya atlet atletik NTB yang menonjol ini memaksa PASI NTB untuk melakukan langkah luar biasa. Didi menekankan perlunya akselerasi dalam pembibitan atlet berprestasi melalui sistem yang lebih terstruktur, mulai dari penguatan kompetisi di tingkat sekolah hingga kolaborasi aktif dengan pengcab.

Didi berharap, melalui program kerja tahun 2026 yang baru saja ditetapkan, PASI NTB bisa menemukan bibit-bibit unggul baru dari pelosok daerah. Tantangan menuju PON 2028 sangatlah berat, dan NTB butuh lebih dari sekadar keberuntungan untuk mempertahankan dominasi di kancah nasional.

”Pembinaan usia dini harus diperkuat. Kita tidak bisa lagi bersantai. Pembibitan atlet berprestasi harus menjadi prioritas semua pihak demi menjaga marwah atletik NTB di masa depan,” pungkasnya.

Editor : Pujo Nugroho
#atletik #atlet #NTB #pon #pasi