LombokPost - Hari kedua Tes Sepang MotoGP 2026 menghadirkan kontras tajam. Joan Mir membawa Honda menembus catatan waktu 1 menit 56 detik untuk pertama kalinya, sementara Yamaha V4 justru mengalami krisis teknis hingga seluruh motor tetap berada di garasi, Rabu (4/2).
Pembalap Honda HRC Castrol itu mencatatkan waktu lap tercepat dan sekaligus menjadi pembalap Honda tercepat sepanjang sejarah di Sirkuit Sepang, mengungguli torehan Aleix Espargaro saat Tes Shakedown pekan lalu. Di belakang Mir, Franco Morbidelli dan Fabio Di Giannantonio membawa Pertamina Enduro VR46 Racing Team menguasai posisi kedua dan ketiga.
Honda Tunjukkan Progres Nyata di MotoGP 2026
Keberhasilan Joan Mir di Tes Sepang menjadi bukti kuat bahwa proyek RC213V 2026 berada di jalur yang tepat. Untuk pertama kalinya, tim pabrikan Honda berhasil menembus catatan waktu 1:56 di Sepang, menegaskan progres berkelanjutan sejak akhir musim lalu.
Mir dan rekan setimnya, Luca Marini, sama-sama merasakan peningkatan signifikan pada performa motor. Meski begitu, Honda memilih tetap realistis. Marini mengakhiri hari di posisi keenam, dengan jumlah lap terbatas akibat hujan deras pada sesi sore. Honda HRC Castrol kini menargetkan hari ketiga Tes Sepang sebagai bekal penting menuju Tes Buriram.
Di kubu Honda LCR, Johann Zarco juga menunjukkan optimisme dan berharap bisa menjalani simulasi balap pada hari terakhir untuk mengukur posisi RC213V 2026 dibanding rival. Rookie Diogo Moreira kembali mencatat kemajuan positif, sekaligus merasakan pengalaman pertama menunggangi motor MotoGP Honda di lintasan basah.
Ducati Stabil, VR46 Kuasai Tiga Besar
Sementara Honda mencuri perhatian, Ducati tampil konsisten dan metodis. Franco Morbidelli menjadi satu-satunya pembalap selain Mir yang mampu menembus 1:56, dengan catatan 1 menit 56,983 detik—hanya terpaut 0,109 detik dari posisi teratas.
Fabio Di Giannantonio melengkapi dominasi VR46 Racing Team di posisi ketiga. Peningkatan pada sektor depan motor menjadi kunci performa kuat Diggia di Tes Sepang MotoGP 2026.
Di tim pabrikan Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia menempati posisi kedelapan. Meski belum menjalani simulasi Sprint secara maksimal, Pecco mengaku puas dengan feeling motor di akhir sesi. Marc Marquez, yang memimpin hari pertama, tampil lebih santai dan menutup hari kedua di posisi ke-15 setelah menyelesaikan 30 lap.
Sementara itu, Alex Marquez sempat terjatuh di Tikungan 5 saat menguji paket aerodinamika lama. Ia tidak mengalami cedera dan finis di posisi ke-12.
KTM Konsisten, Aprilia Uji Aero Baru
Di kubu Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta tampil solid dengan catatan waktu di kisaran 1:57—lebih cepat dari rekor KTM sebelumnya di Sepang. Meski belum menyentuh 1:56, data yang dikumpulkan Acosta dinilai sangat berharga. Brad Binder mengalami hari yang lebih sulit dan finis di posisi ke-13.
Untuk Aprilia Racing, Marco Bezzecchi melanjutkan performa positif dengan menempati posisi keenam, diikuti Raul Fernandez. Aprilia juga mencuri perhatian dengan meluncurkan aerodinamika belakang baru serta menguji lengan ayun RS-GP. Ai Ogura finis kesembilan untuk Trackhouse, sementara Lorenzo Savadori kembali menjalankan peran sebagai pembalap penguji pengganti Jorge Martin.
Yamaha V4 Krisis, Semua Motor Menganggur
Di tengah progres Honda dan kestabilan Ducati, Yamaha justru menjadi sorotan negatif di hari kedua Tes Sepang MotoGP 2026. Setelah masalah teknis pada hari pertama yang dialami Fabio Quartararo, seluruh YZR-M1 bermesin V4 tetap berada di garasi sepanjang hari.
Pabrikan garpu tala mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan pengujian untuk menyelidiki sumber masalah. Yamaha kini berpacu dengan waktu agar proyek Yamaha V4 MotoGP bisa kembali ke lintasan sebelum Tes Sepang berakhir.
Hari ketiga Tes Sepang pun menjadi krusial, baik untuk melihat potensi time attack, sekaligus menentukan arah pengembangan motor menuju balapan pembuka MotoGP 2026.
Editor : Rury Anjas Andita