Tampil dominan sejak menit awal, Atalanta langsung mengambil kendali permainan. Tekanan agresif tuan rumah berbuah hasil cepat pada menit ke-13.
Nikola Krstovic membuka keunggulan setelah memaksimalkan umpan silang Giacomo Raspadori, menuntaskan peluang dengan sepakan kaki kiri dari dalam kotak penalti yang tak mampu diantisipasi Emil Audero.
Keunggulan Atalanta bertambah pada menit ke-25. Davide Zappacosta mencatatkan namanya di papan skor lewat gol dari sudut sempit di sisi kanan pertahanan Cremonese, memanfaatkan assist Mario Pasalic. Hingga turun minum, Atalanta unggul nyaman 2-0 dan tampak menguasai jalannya laga.
Namun situasi berubah di babak kedua. Cremonese tampil lebih berani setelah melakukan sejumlah pergantian pemain. Milan Djuric dan Antonio Sanabria dimasukkan untuk menambah daya gedor, membuat tekanan ke lini belakang Atalanta meningkat.
Atalanta sempat mengira kemenangan mereka benar-benar terkunci ketika sundulan Berat Djimsiti berbuah gol pada menit ke-90+1. Namun, setelah tinjauan VAR, wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside.
Drama memuncak pada menit ke-90+4. Cremonese akhirnya memperkecil ketertinggalan melalui Morten Thorsby. Gelandang asal Norwegia itu menyambar umpan silang Sebastiano Luperto dengan sepakan kaki kiri dari tengah kotak penalti, membuat publik tuan rumah menahan napas di sisa waktu pertandingan.
Meski ditekan hingga detik akhir, Atalanta mampu mempertahankan keunggulan. Peluit panjang pada menit ke-90+7 memastikan kemenangan tipis 2-1 untuk La Dea.
Di balik kekalahan Cremonese, performa Emil Audero layak mendapat sorotan. Kiper Timnas Indonesia itu tampil impresif dengan mencatatkan tujuh penyelamatan penting, mencegah Atalanta mencetak gol lebih banyak, terutama di babak pertama dan awal babak kedua.
Hasil ini mengantarkan Atalanta ke peringkat ketujuh klasemen sementara dengan 39 poin dari 24 laga. Sementara itu, Cremonese masih tertahan di posisi ke-16 dengan 23 poin, sekaligus mencatatkan tiga kekalahan beruntun tanpa kemenangan dalam lima pertandingan terakhir.
Pelatih Cremonese, Davide Nicola, menilai timnya menunjukkan respons positif, khususnya di babak kedua.
“Kami bermain dengan semangat yang tepat di babak kedua dan sempat memiliki peluang untuk mencetak gol lebih cepat,” ujarnya.
Nicola menegaskan timnya tidak akan menyerah meski berada dekat zona degradasi.
“Kami akan terus bekerja dan berusaha tampil lebih efektif di laga-laga berikutnya,” tegasnya.