LOMBOK POST – Mantan kapten legendaris SL Benfica, Luisão, mengeluarkan pernyataan keras terkait isu rasisme yang tengah mencuat dan dikaitkan dengan klub yang ia bela lebih dari satu dekade. Menurut Luisão, seragam Benfica bukan sekadar kain, tetapi simbol kehormatan yang harus dijaga dengan martabat.
Dalam kutipan yang beredar luas di media sosial, Luisão menegaskan:“Kaos ini sangat besar. Saya mencintai Benfica klub ini seperti kulit kedua saya. Harus pantas untuk mengenakan jubah suci ini. Teks itu makin buruk karena itu bohong… sepak bola dimenangkan dengan semangat dan perjuangan. Itu memang tindakan rasis, YA, dan saya merasa malu akan hal itu.”
Pernyataan tersebut memantik reaksi besar dari penggemar, terutama karena Luisão dikenal sebagai simbol integritas dan kepemimpinan Benfica. Kalimat “jubah suci” dan “kulit kedua” menggambarkan kedalaman ikatan emosionalnya dengan klub yang dibelanya sejak 2003 hingga 2018.
Baca Juga: FIFA Bentuk Panel Anti-Rasisme, Didier Drogba dan George Weah Jadi Garda Depan
Menurut pengamat sepak bola Portugal, komentar Luisão menegaskan pentingnya etika, tanggung jawab sosial, dan penghormatan terhadap klub. Aksi ini juga menjadi peringatan bagi para pemain dan pendukung bahwa tindakan rasis serta penyebaran kebohongan dalam sepak bola tidak bisa diabaikan.
Kritik mantan kapten ini menegaskan bahwa Benfica sebagai institusi olahraga harus dijaga reputasinya, dan setiap tindakan yang merusak nama baik klub, termasuk isu rasisme, harus segera ditangani dengan serius.
Baca Juga: Sejarah! Enam Wakil Inggris Lolos 16 Besar Liga Champions Sekaligus
Editor : Redaksi Lombok Post