LombokPost - Tim Aprilia Racing mengguncang seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, dengan memperkenalkan terobosan teknologi yang terinspirasi dari dunia Formula 1 (F1).
Pabrikan asal Noale, Italia, ini kedapatan mengeksploitasi sistem aerodinamika radikal yang disebut sebagai konsep 'F-Duct' untuk memberikan keunggulan kecepatan di lintasan lurus.
Teknologi ini terbukti ampuh setelah pembalap baru mereka, Marco Bezzecchi, sukses mendominasi sesi latihan hari Jumat dengan memecahkan rekor putaran di Buriram.
Inovasi 'F-Duct': Mematikan Hambatan Udara
Konsep 'F-Duct' pertama kali dipopulerkan oleh tim McLaren di Formula 1 pada tahun 2010. Pada motor RS-GP 2026, Aprilia merancang saluran udara khusus di area fairing.
Saat pembalap berada dalam posisi merunduk (tucked in) di lintasan lurus, lengan atau bagian tubuh tertentu dari pembalap secara strategis akan menutupi lubang udara tersebut.
Tindakan ini memicu perubahan aliran udara yang mampu "mematikan" atau mengurangi hambatan (drag) pada area sayap belakang motor.
Hasilnya, motor dapat melaju lebih cepat di lintasan lurus.
Tanpa harus mengubah spesifikasi mesin yang saat ini sedang dalam status dibekukan (frozen engine) menjelang perubahan regulasi 2027.
Keunggulan di Tikungan dan Ban Stiff
Selain inovasi aerodinamika, Marc Marquez mengamati bahwa Aprilia memiliki keunggulan lain yang tidak dimiliki rivalnya. Motor RS-GP26 tampak sangat serasi dengan konstruksi ban Michelin terbaru yang memiliki casing lebih keras.
"Untuk beberapa alasan, mereka mampu membuat ban dengan casing berbeda ini bekerja sangat baik," ujar Marquez. Kelincahan motor Aprilia saat memasuki tikungan (corner-entry) yang dipadukan dengan stabilitas tinggi memungkinkan Bezzecchi dan rekan setimnya, Jorge Martin, untuk memacu motor lebih ekstrem dibandingkan para pengguna Ducati maupun pabrikan Jepang.
Ancaman Serius bagi Ducati
Dominasi Aprilia di hari pertama GP Thailand memberikan sinyal waspada bagi juara bertahan Ducati. Dengan tiga motor Aprilia (Bezzecchi, Martin, dan Ai Ogura) yang langsung lolos ke Q2, pabrikan Italia ini membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan penantang gelar juara dunia yang paling serius tahun ini.
Kemampuan Aprilia dalam mengeksploitasi setiap celah regulasi aerodinamika menunjukkan bahwa kreativitas insinyur mereka saat ini berada di level yang berbeda, membawa persaingan MotoGP 2026 ke arah evolusi teknologi yang semakin mirip dengan Formula 1.
Teknologi F-Duct ini adalah bukti bahwa perang aerodinamika di MotoGP sudah mencapai level baru.
Editor : Kimda Farida