LombokPost - Pengprov Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) NTB tidak ingin sekadar menjadi penggembira saat menjadi tuan rumah PON 2028 mendatang. PABSI NTB langsung tancap gas dengan target menyabet predikat juara umum untuk cabang olahraga angkat besi.
Dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakeprov), PABSI NTB menegaskan bahwa persiapan menuju PON 2028 dilakukan secara masif dan terstruktur. Fokus utama saat ini adalah memperkuat internal organisasi di seluruh wilayah NTB. Tercatat, sudah ada 8 kabupaten/kota yang siap melahirkan bibit unggul atlet angkat besi demi menyukseskan gelaran bergengsi tersebut.
Ketua Pengprov PABSI NTB Karina De Vega mengungkapkan bahwa pihaknya tengah merampungkan pembentukan pengurus di Dompu dan Sumbawa. Langkah ini diambil agar kekuatan angkat besi NTB semakin solid dan merata, sehingga misi menjadi juara umum PON 2028 bukan sekadar mimpi di siang bolong.
Menariknya, demi memuluskan target juara umum PON 2028, PABSI NTB mengambil langkah melakukan naturalisasi atlet. Tidak tanggung-tanggung, enam atlet angkat besi berprestasi dari berbagai provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, hingga Jambi resmi didatangkan untuk memperkuat skuad angkat besi NTB.
”Kami tidak main-main. Selain mendatangkan atlet angkat besi luar daerah, kami juga merekrut pelatih nasional yang merupakan legenda hidup Indonesia Sori Enda Nasution,” tegas Karina.
Strategi ini diharapkan mampu mendongkrak performa tim PABSI NTB secara signifikan sebelum terjun di PON 2028.
Meski melakukan naturalisasi atlet, PABSI NTB tetap memberikan ruang bagi talenta lokal. Saat ini, empat atlet angkat besi asli NTB yang terdiri dari dua putra dan dua putri terus digembleng dalam program latihan keras. Mereka dipersiapkan untuk bersaing ketat demi menyumbangkan medali emas bagi kontingen angkat besi NTB di ajang PON 2028.
Keseriusan PABSI NTB juga dibuktikan dengan dimulainya pemusatan latihan daerah (Pelatda) Mandiri sejak pertengahan 2025. Para atlet angkat besi mendapatkan fasilitas kelas wahid layaknya pusat pelatihan nasional (Pelatnas). Mulai dari konsumsi bernutrisi tinggi hingga pengawasan dokter khusus diberikan demi memastikan kondisi fisik prima menjelang PON 2028.
Langkah berani PABSI NTB ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua KONI NTB Agus Suharyan. Ia menyebut terobosan yang dilakukan cabor angkat besi NTB sangat luar biasa. Menurutnya, untuk meraih target juara umum PON 2028, dibutuhkan kepemimpinan yang totalitas dan siap berkorban demi kemajuan prestasi olahraga.
”Cabor itu membutuhkan ketua yang ‘gila’. Yang siap melakukan pembinaan dengan segala pengorbanan. Apa yang dilakukan PABSI NTB ini adalah modal kuat untuk menjadi yang terbaik di PON 2028 nanti,” pungkasnya.
Editor : Pujo Nugroho