Dikutip dari El-Balad.com, Sage secara mengejutkan tetap menurunkan starting eleven yang sama persis dengan skuad yang baru saja bertempur habis-habisan selama 120 menit plus adu penalti melawan Lyon di Coupe de France.
Padahal, laga melelahkan di Lyon tersebut baru saja usai 64 jam yang lalu.
Keputusan ini dianggap sangat berisiko tinggi mengingat Lens sedang dihantam badai cedera parah yang mengkhawatirkan.
Nama-nama beken seperti Ruben Aguilar, Allan Saint-Maximin, hingga Wesley Saïd terpaksa masuk ruang perawatan.
Total ada tujuh pemain pilar yang absen, namun Sage tetap teguh pada pendiriannya untuk memercayai "pasukan tempur" yang baru saja membawa mereka ke semifinal.
Salah satu alasan di balik kepercayaan diri Sage yang luar biasa ini adalah moncernya striker muda mereka, Rayan Fofana.
Pemuda berusia 20 tahun ini menjadi buah bibir setelah dengan sangat berani melakukan teknik "panenka" dalam drama adu penalti di Lyon.
Aksi "songong" tapi berkelas ini disebut-sebut sebagai suntikan moral besar bagi tim yang sedang pincang.
"Panenka itu merangkum semua ketidakgentaran yang ia miliki," ujar rekan setimnya, Matthieu Udol, menggambarkan betapa tenang dan beraninya Fofana di bawah tekanan meski masih sangat muda.
Fofana sendiri sudah membuktikan kualitasnya dengan koleksi enam gol musim ini dan menjadi poros utama struktur serangan yang dibangun Sage.
Kini, publik menunggu apakah perjudian besar Pierre Sage dan keberanian mental Fofana bakal kembali berbuah manis di lapangan, atau justru menjadi blunder fatal karena faktor kelelahan fisik yang tak bisa dibohongi.
Editor : Marthadi