LombokPost - Kemenangan Arsenal atas Mansfield Town di ajang FA Cup hari Sabtu lalu menyisakan cerita luar biasa. Nama Max Dowman, sang wonderkid Arsenal, mendadak jadi buah bibir di seluruh dunia. Namun, tahukah Anda? Arsenal ternyata sudah mengamankan 'permata' lain yang disebut-sebut sebagai kembaran talenta Max Dowman.
Laga kontra Mansfield sebenarnya adalah panggung perayaan akademi Hale End. Selain Max Dowman yang tampil starter di usia 16 tahun, ada juga Marli Salmon, Andre Harriman-Annous, dan Ife Ibrahim. Ini menjadi bukti sahih bagi pengkritik Mikel Arteta, bahwa manajer asal Spanyol tersebut sangat percaya pada pemain muda Arsenal jika mereka memang punya kualitas.
Max Dowman memang fenomenal. Pemain ini sudah mencetak sejarah sebagai pencetak gol termuda di UEFA Youth League pada usia 14 tahun. Bahkan di level senior, wonderkid Arsenal ini adalah pemain termuda kedua dalam sejarah Premier League setelah Ethan Nwaneri.
Saat melawan Mansfield, Max Dowman tampil dominan di lini tengah. Meski Noni Madueke dan Eberechi Eze yang mencetak gol, Max Dowman terpilih sebagai pemain terbaik. Statistiknya ngeri: 5 tembakan, 4 dribel sukses, dan 5 carries. Tak heran jika banyak yang menyebut pemain muda Arsenal ini akan segera meledak menjadi bintang dunia di bawah asuhan Mikel Arteta.
Namun, ambisi Arsenal tak berhenti di Hale End. Di tengah euforia Max Dowman, terungkap bahwa The Gunners telah resmi mengamankan talenta ajaib dari Ekuador bernama Edwin Quintero. Bersama saudara kembarnya, Holger Quintero, Edwin dijadwalkan mendarat di Emirates Stadium pada tahun 2027 saat usianya menginjak 18 tahun.
Edwin Quintero bukan pemain sembarangan. Ia berasal dari Independiente del Valle, akademi yang melahirkan bintang top seperti Moises Caicedo dan Piero Hincapie. Kemampuan Edwin Quintero disebut-sebut setara dengan Max Dowman. Bahkan, pencari bakat ternama Jacek Kulig memberikan rating potensi 10/10 untuk Edwin Quintero, sama seperti yang ia berikan kepada Max Dowman.
Sebagai pemain muda Arsenal masa depan, Edwin Quintero memiliki gaya main yang sangat mirip dengan Max Dowman. Ia punya kontrol bola yang lengket, kecepatan elektrik, dan kemampuan menciptakan peluang dari posisi yang mustahil.
"Dia punya kemampuan untuk mengatur permainan dan menciptakan sesuatu dari ketiadaan," ujar pencari bakat Ben Mattinson mengenai Edwin Quintero.
Saat ini, Edwin Quintero sudah menunjukkan taringnya di level internasional dengan mencetak 3 gol dari 8 penampilan bersama Timnas Ekuador U-17. Penggemar Arsenal tentu harus bersabar hingga 2027, namun satu yang pasti: masa depan Arsenal sangat cerah dengan kehadiran Max Dowman dan Edwin Quintero.
Dengan strategi bursa transfer Arsenal yang cerdas, Mikel Arteta seolah sedang membangun dinasti baru. Kombinasi lulusan Hale End dan bakat Amerika Latin seperti Edwin Quintero akan membuat Arsenal tetap berada di level tertinggi kompetisi Eropa untuk waktu yang lama.
Editor : Pujo Nugroho