LombokPost – Ai Ogura di MotoGP Amerika Serikat harus menelan kekecewaan pahit. Ai Ogura gagal finis saat peluang podium sudah di depan mata, akibat masalah mesin yang tiba-tiba muncul.
Ai Ogura sebenarnya tampil impresif sejak awal lomba. Start dari posisi ke-10, pembalap Trackhouse MotoGP Team itu mampu merangsek ke barisan depan dan menjadi salah satu kandidat kuat podium.
Performa Gemilang Ogura
Penampilan Ai Ogura di MotoGP Amerika Serikat terbilang luar biasa. Ia sempat naik ke posisi ketiga pada Lap 3, sebelum terus menjaga ritme di grup depan.
Bahkan, Ai Ogura mencatatkan lap tercepat pada Lap 9 dan sukses naik ke posisi keempat setelah menyalip Francesco Bagnaia. Jarak dengan Pedro Acosta yang berada di depannya juga terus dipangkas, dari 4,9 detik menjadi hanya 0,8 detik.
Masalah Mesin Jadi Petaka
Namun, drama terjadi pada Lap 15. Ai Ogura mengalami masalah teknis saat lampu peringatan menyala di akhir Sektor 1. Motor Aprilia RS-GP yang dikendarainya kehilangan tenaga secara drastis. Situasi ini memaksanya untuk mundur dari balapan.
Padahal, Ai Ogura sedang berada dalam performa terbaik dan berpeluang besar meraih podium pertamanya di kelas utama.
Pernyataan Resmi Trackhouse
Team Principal Davide Brivio mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut.
"Sejujurnya, hasil hari ini sangat mengecewakan. Kami mencoba untuk maju dan mengubah pola pikir kami. Ai menjalani balapan yang fantastis. Dia mencetak lap tercepat selama balapan dan naik peringkat dari posisi ke-10 di awal, jadi saya pikir dia bisa saja naik podium," tutur Brivio.
"Sayangnya, dia mengalami masalah mesin dan motornya berhenti. Dia tidak punya pilihan selain mundur, yang benar-benar disesalkan. Saya merasa sangat sedih untuknya. Dalam balapan kandang Trackhouse, dia menunjukkan performa yang pantas untuk mendapatkan hari yang fantastis,” tambahnya.
"Seharusnya semuanya sempurna, tetapi hasilnya mengecewakan. Balapannya fantastis. Dia sangat cepat, dan saya merasa dia memiliki hari-hari yang baik di masa depan,” ujarnya.
"Kami memiliki motor yang kuat, tim yang kuat, dan pembalap yang kuat. Kami akan beristirahat sejenak dan kemudian kembali ke balapan berikutnya, bertekad untuk mengatasi kekecewaan ini," pungkasnya.
Editor : Rury Anjas Andita