Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Podium di MotoGP Amerika Serikat 2026, Jorge Martin Mengaku Salah Strategi: Terlalu Tahan Diri di COTA

Rury Anjas Andita • Kamis, 2 April 2026 | 21:04 WIB
Jorge Martin akui salah strategi meski finis kedua di MotoGP AS 2026. Rider Aprilia tetap tempel Bezzecchi di klasemen sementara. (Instagram Jorge Martin)
Jorge Martin akui salah strategi meski finis kedua di MotoGP AS 2026. Rider Aprilia tetap tempel Bezzecchi di klasemen sementara. (Instagram Jorge Martin)

 

LombokPost - Meski kembali naik podium di MotoGP Amerika Serikat 2026, Jorge Martin mengaku melakukan kesalahan penting saat balapan. Rider Aprilia Racing itu menilai dirinya keliru membaca situasi di COTA, meski tetap finis kedua di belakang Marco Bezzecchi. 

Balapan di Grand Prix Amerika Serikat menjadi panggung penting bagi Jorge Martin. Start dari posisi ketujuh, Martinator langsung tampil agresif dengan naik ke posisi tiga besar sejak lap pertama.

Performa impresif berlanjut ketika ia menyalip Pedro Acosta pada Lap 14, sebelum mencoba mengejar rekan setimnya, Marco Bezzecchi. Bahkan, pada Lap 17, gap sempat dipangkas hingga 0,8 detik.

Baca Juga: Drama Usai Finis! Pedro Acosta Kena Penalti Tekanan Ban, Enea Bastianini Naik Podium Sprint MotoGP Amerika Serikat 2026

Namun pada akhirnya, Jorge Martin harus puas finis kedua di MotoGP Amerika Serikat 2026, terpaut lebih dari dua detik dari Bezzecchi. Hasil ini sekaligus memperpanjang tren positifnya dengan dua podium Grand Prix beruntun.

"Saya sangat bersyukur. Saya tahu betul bagaimana rasanya melewati masa-masa sulit. Itulah mengapa saya menghargai momen ini dan menikmatinya sepenuhnya. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Bahkan sebelum datang ke Austin, saya merasa motornya bagus. Saya sangat senang dengan performa saya. Saya mencoba menekan Marco hingga batas kemampuannya. Selama balapan, saya pikir tetap berada di belakang Pedro dan Marco adalah tindakan terbaik, tetapi mungkin saya sedikit salah menilai situasi," tutur #89.

Pengakuan tersebut menegaskan bahwa Jorge Martin merasa strategi menahan diri di awal balapan menjadi faktor yang menghambat peluangnya meraih kemenangan di MotoGP Amerika Serikat 2026.

Baca Juga: Drama Gila COTA! Jorge Martin Menang Sprint MotoGP Amerika Serikat 2026, Marc Marquez-Diggia Crash!

"Ban depan saya sedikit terlalu panas, dan tidak ada yang bisa saya lakukan. Saya terus menekan Marco hingga akhir, tetapi dia lebih cepat. Dia tak terkalahkan hari ini. Dia balapan di level yang berbeda. Seperti biasa, saya tidak pernah menyerah."

Selain faktor strategi, kondisi fisik juga masih menjadi kendala bagi Martin. Ia mengakui belum sepenuhnya pulih dari cedera panjang yang memaksanya menjalani beberapa operasi musim lalu.

"Saya memiliki terapis fisik yang sangat baik, dan saya fokus pada pemulihan. Saya berusaha untuk kembali lebih kuat. Namun, hari ini saya terlalu memaksakan diri, dan pada akhirnya lengan kiri saya benar-benar lumpuh, dan saya tidak punya pilihan selain menyerah. Saya tidak bisa mengerem di Tikungan 12, jadi saya melambat. Marco mengendarai dengan brilian, jadi tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Saya hanya berpikir untuk sampai ke garis finis," bebernya.

Meski demikian, hasil di COTA tetap memperkokoh posisi Jorge Martin di papan atas klasemen MotoGP 2026. Saat ini ia menempati peringkat kedua dengan 77 poin, hanya terpaut empat poin dari pemuncak klasemen, Bezzecchi.

Editor : Rury Anjas Andita
#MotoGP #COTA #Jorge Martin #MotoGP Amerika Serikat 2026