Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PCI NTB Sentil Langkah Pemprov yang Lamban, Persiapan PON 2028 Diminta Segera Dimatangkan

Pujo Nugroho • Selasa, 28 April 2026 | 16:09 WIB
Sekjen PP PCI Albert W. Aridan melantik pengurus PCI NTB dibawah kepemimpinan Baiq Isvie Rupaeda. (IST/LOMBOK POST)
Sekjen PP PCI Albert W. Aridan melantik pengurus PCI NTB dibawah kepemimpinan Baiq Isvie Rupaeda. (IST/LOMBOK POST)

 

LombokPost - Persiapan menyambut gelaran akbar PON 2028 di NTB mulai memanas. Ketua Pengprov Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTB Baiq Isvie Rupaeda secara blak-blakan melontarkan kritik terhadap lambannya langkah Pemprov NTB dalam melakukan pembinaan atlet unggulan daerah. Padahal, waktu yang tersisa untuk menyiapkan atlet NTB agar kompetitif di level nasional hanya kurang dari dua tahun lagi.

”Saya melihat sampai hari ini pembinaan atlet belum dilakukan secara jelas. Kita punya ambisi besar untuk menyapu bersih emas PON 2028 di rumah sendiri, tapi arah dari pemerintah belum terlihat. Berapa anggaran untuk support pembinaan atlet pun kita tidak tahu,” ujar Isvie dalam sambutannya di kegiatan pelantikan pengurus PCI NTB, Selasa (28/4).

Keresahan ini muncul mengingat target besar yang dipatok. Namun, hingga saat ini, belum ada koordinasi atau rapat koordinasi (rakor) serius yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk membahas peningkatan prestasi atlet NTB secara menyeluruh maupun persiapan PON 2028. Tanpa gerakan nyata dari Pemprov NTB, target tersebut dianggap hanya akan menjadi mimpi belaka.

Baca Juga: Gebrakan PCI NTB: Datangkan Pelatih Nasional dan Atlet Luar untuk Perkuat Tim PON 2028

Kondisi fiskal daerah memang sedang menjadi tantangan, namun menurut Isvie, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan persiapan atlet NTB di PON 2028. Sebagai tuan rumah bersama NTT, Pemprov NTB memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk menyiapkan anggaran yang mencukupi demi kesuksesan pembinaan atlet dan penyelenggaraan.

”Kita tidak bisa hanya bermimpi mendatangkan emas PON 2028 tanpa gerakan bersama. Jika dana APBD terbatas, pemprov harus berani menggandeng stakeholder, termasuk perusahaan tambang besar dan BUMN yang ada di NTB, untuk terlibat membiayai kebutuhan para atlet NTB,” tegasnya lagi.

Satu hal yang paling dikhawatirkan adalah fenomena pembajakan atlet. Jika pembinaan atlet di daerah sendiri tidak kunjung membaik, dikhawatirkan banyak atlet NTB berprestasi yang akan lari atau "dipinjam" provinsi lain yang menawarkan fasilitas dan kesejahteraan lebih baik Ini menjadi ancaman serius bagi target emas PON 2028 yang sudah direncanakan.

Sebagai bentuk komitmen nyata dan penyemangat, Ketua PCI NTB yang juga Ketua DPRD NTB ini menjanjikan bonus fantastis secara pribadi. Ia menyiapkan uang tunai sebesar Rp 100 juta bagi atlet cricket NTB yang berhasil menyumbangkan emas PON 2028.

Baca Juga: Persiapan Porprov XII NTB: Cabor Cricket Gelar Latihan Bareng Skala Besar

”Ini penting untuk memicu semangat para atlet NTB. Saya secara pribadi siapkan Rp 100 juta untuk atlet cricket yang dapat emas. Saya ingin membuktikan bahwa semangat olahraga itu ada di hati kita, bukan sekadar slogan tanpa bukti nyata,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, ia mendesak Komisi V DPRD NTB segera memanggil instansi terkait seperti Bappeda, BPKAD, Dikpora, dan KONI NTB untuk menggelar rakor khusus persiapan PON 2028. Tujuannya jelas, memastikan seluruh cabor mendapatkan dukungan maksimal dan atlet NTB siap bertarung habis-habisan demi meraih emas PON 2028 di kampung halaman sendiri.

Editor : Pujo Nugroho
#Baiq Isvie Rupaeda #Pon 2028 #PCI NTB #Pembinaan Atlet #Pemprov NTB