Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sengit! Ini Hasil Race 2 GT World Challenge Asia 2026

Dewi • Senin, 4 Mei 2026 | 07:53 WIB
Belasan mobil balap GT3 berlaga dalam ajang GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (3/5).
Belasan mobil balap GT3 berlaga dalam ajang GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (3/5).

 

LombokPost - Balapan kedua (Race 2) GT World Challenge Asia 2026 powered by AWS yang digelar di Mandalika International Circuit, Minggu (3/5), menghadirkan pertarungan sengit sepanjang 36 lap atau 155,16 kilometer. 

Dalam kondisi cuaca cerah dan lintasan kering, para pembalap dituntut tampil konsisten sekaligus cermat dalam strategi pit stop dan pengelolaan ban.

Sejak start, persaingan langsung terbentuk di barisan depan dengan gap yang sangat rapat. Dominasi akhirnya ditunjukkan pasangan Anthony Xu Liu/Loek Hartog dari Phantom Global Racing yang mengendarai Porsche 911 GT3 R (992) Evo. 

Keduanya tampil tanpa cela dan mengamankan kemenangan overall sekaligus juara kelas Pro-Am dengan waktu 1 jam 1 menit 20,722 detik. Keunggulan mereka dibangun lewat konsistensi lap demi lap serta minim kesalahan di fase krusial balapan.

Baca Juga: Race 1 GT World Challenge Asia 2026, Dominasi Audi, Sean Gelael Tembus Podium

Posisi kedua ditempati rekan sesama pengguna Porsche dari Absolute Racing, Ruohan Huang/Alessandro Ghiretti, yang finis dengan selisih 15,889 detik. Sementara podium ketiga menjadi milik wakil Indonesia, Andrés Pato/Jaxon Evans dari Audi Sport Asia Team Phantom, yang menunjukkan performa kompetitif dengan Audi R8 LMS GT3 EVO II dan hanya terpaut sekitar 19 detik dari pemenang.

Persaingan juga tak kalah menarik di kelas lain. Akash Nandy dari Absolute Racing tampil impresif merebut kemenangan kelas Silver sekaligus finis keempat secara keseluruhan menggunakan Lamborghini Huracan GT3 EVO2. 

Di kelas Silver-Am, duet Dean Yu Hao Chen/Jiatong Liang dari Craft-Bamboo Racing berhasil keluar sebagai pemenang setelah mempertahankan konsistensi di tengah tekanan lawan.

Baca Juga: GT World Challenge Asia Buka Peluang Investasi Baru

Balapan ini diwarnai sejumlah drama yang memengaruhi hasil akhir. Penalti waktu diberikan kepada beberapa tim, termasuk mobil nomor 918 dari Absolute Racing yang mendapat tambahan 5 detik akibat insiden tabrakan, serta mobil nomor 5 dari Team Studie yang menerima penalti 42 detik karena melanggar batas lintasan. 

Faktor-faktor ini menjadi bukti bahwa selain kecepatan, disiplin dan kepatuhan terhadap regulasi sangat menentukan posisi akhir.

Partisipasi pembalap Indonesia tetap menjadi perhatian dalam balapan ini. Selain podium dari Andrés Pato, pasangan Setiawan Santoso/Bi Huang Zhou di kelas AM mampu menyelesaikan lomba meski berada di luar posisi tiga besar. 

Namun, hasil kurang beruntung dialami pembalap Indonesia lainnya, Sean Gelael, yang membela tim Garage 75. Ia harus menghentikan balapan lebih awal dan dinyatakan tidak finis (DNF) setelah hanya menempuh sebagian kecil dari total lap.

Baca Juga: ITDC Benahi Tanjung Aan, Wisata Makin Nyaman

Secara keseluruhan, Race 2 di The Mandalika kembali menegaskan kualitas ajang GT World Challenge Asia yang kompetitif dan merata. Kehadiran berbagai pabrikan besar seperti Porsche, Audi, Lamborghini, Ferrari, BMW, dan Mercedes-AMG, serta ketatnya persaingan di setiap kelas.

Berikut hasil balap Mandalika Festival of Speed;

Krida Agya Kartini Race: Alinka Hardianti Tangguh Tak Terbendung

Semangat emansipasi wanita di lintasan balap terpancar nyata dalam gelaran Krida Agya Agya Kartini Race: Alinkalangsung di Mandalika International Circuit. Balapan yang memakai spesifikasi mobil Toyota Agya ini, berhasil menyuguhkan persaingan sengit, meski akhirnya didominasi oleh tim Women in Motorsport.

Pembalap wanita kenamaan Indonesia, Alinka Hardianti, yang mengendarai mobil nomor pintu 4, menunjukkan kelasnya dengan keluar sebagai juara pertama (Winner). Alinka tampil sangat dominan sejak awal hingga bendera finis dikibarkan.

Keperkasaan tim Women in Motorsport semakin lengkap setelah dua pembalap mereka lainnya berhasil mengamankan posisi podium. Clio Tjonnadi berhasil finis di urutan kedua dengan selisih waktu +24.873 detik. Sementara itu, pembalap senior Alexandra Asmasoebrata menyusul di posisi ketiga dengan margin +26.550 detik dari pemimpin lomba.

Di luar posisi podium, Audya Anjani dari tim Krida menempati posisi keempat dengan jarak waktu +1:06.734 detik. Di posisi kelima, pembalap dari tim Cargloss Motorsport, Ine Rosdiana, harus puas dengan selisih waktu +1:11.490 detik.

Sementara itu, tim Putkar Reborn yang menurunkan Patricia Revalina finis di urutan keenam. Dua pembalap terakhir, Belove Athaya dan Vivit Fariana, tertinggal satu putaran (+1 Lap) dari sang juara.

Ajang Kartini Race ini tak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga membuktikan bahwa talenta pembalap wanita Indonesia memiliki kualitas yang sangat bersaing di sirkuit internasional.

Subaru BRZ Super Series 2026

Balapan Race 2 Subaru BRZ Super Series 2026 di Mandalika International Circuit berlangsung ketat dalam 15 lap (64,65 km), dengan persaingan sengit di hampir semua kelas. Demas Agil dari Dewa United Motorsport keluar sebagai pemenang setelah tampil konsisten dan mencatat waktu 32:14,683 detik. Ia unggul tipis 1,581 detik dari Rio SB (Rizqy Motorsport x Green Plafon Racing) yang juga mencetak lap tercepat 1:53.257.

Posisi ketiga overall sekaligus juara kelas AM diraih Daniel Sutrisno. Di kelas Pro-Am, Henri tampil impresif dari grid kesembilan untuk finis keempat overall dan menjadi yang terbaik di kelasnya, diikuti Sudarmono dan Denny Rommel.

Di kelas AM, Hery Wirawan dan Rian Rizky tampil konsisten, sementara kelas Rookie dimenangkan Yoshihiro Fajaryanto.

Balapan juga diwarnai kendala, termasuk Fitra Eri yang finis di luar posisi depan setelah kehilangan satu lap, serta Subhan Aksa dan Agung Setyadhi yang tidak menyelesaikan lomba. Penalti waktu pada mobil nomor 12 yang dikendarai Victor Sanjaya dari Mighty Racing Team turut mempengaruhi hasil akhir. 

Superstar Sportscar Series: Yasuo Iriawan Dobel Winner

Mandalika International Circuit jadi saksi persaingan sengit dalam gelaran Superstar Sportscar Series Race 1 dan 2. Balapan ini menampilkan dominasi kendaraan kelas atas, terutama dari pabrikan Porsche yang berhasil menguasai posisi depan.

Pembalap Yasuo Senna Irawan, yang mengendarai Porsche 991 GT3 Cup dengan nomor mobil 36, berhasil keluar sebagai pemenang utama (Winner) pada Race 1 dan 2. Yasuo menunjukkan performa yang sangat konsisten sepanjang balapan, untuk mengamankan podium tertinggi.

Dalam dua race, Yasuo dibayangi oleh Nadeem Rustombi, yang juga memacu Porsche 991 GT3 Cup. Meskipun berusaha mengejar, Rustombi harus puas finis di posisi kedua dengan selisih waktu +9.699 detik dari sang juara. Di Race 2 Nadeem Rustombi kembali finish di posisi kedua dengan selisih 40,026 detik.

Michael Junus (BMW M2 #18) melengkapi podium di posisi ketiga dengan selisih cukup jauh, yakni +1:40,074 detik. Di Race 2, Michael Junus kembali menempati posisi ketiga dengan selisih 1:30,357 detik. Di belakangnya, Rizqy (#251), Fendy Yoman (#78) Yoshiro (#77), disusul Aditya Tania (#8) menutup posisi ketujuh.

MFoS Time Attack Season 3

Gelaran Mandalika Festival of Speed (MFoS) Time Attack Season 3 menyuguhkan persaingan sengit di sesi ketiga yang berlangsung di Mandalika International Circuit. Dalam kondisi cuaca cerah dan lintasan kering, para peserta tampil maksimal untuk mencatatkan waktu terbaik mereka.

Yasuo Senna Irawan tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu impresif 1 menit 33,854 detik. Mengandalkan Radical SR10 XXR, ia mendominasi sesi dan mencatatkan kecepatan rata-rata tertinggi mencapai 165,32 km/jam. 

Di posisi kedua, Muhammad Farras Mahardika yang turun di kelas U150 dengan mobil F4 mencatatkan waktu 1 menit 40,318 detik. Selisih waktu 6,464 detik dari pemuncak menunjukkan betapa kompetitifnya sesi ini. Farras juga mencatatkan performa solid dengan konsistensi lap yang baik sepanjang sesi. 

Sementara itu, Fandy Adianto berhasil mengamankan posisi ketiga secara keseluruhan sekaligus menjadi yang terbaik di kelas Radical (RC). Ia membukukan waktu 1 menit 41,618 detik, diikuti Igor Brainins dari Latvia yang menempel ketat di posisi keempat dengan selisih kurang dari satu detik. 

Persaingan di kelas RWC juga tak kalah menarik. Angelica Amara menjadi yang tercepat di kelas tersebut dengan catatan waktu 1 menit 47,556 detik. Ia unggul cukup jauh dari Erika dan Ine Rosdiana yang masing-masing finis di posisi berikutnya di kelas yang sama. 

Nama lain yang turut mencuri perhatian adalah Jerhemy Owen yang finis di posisi kesembilan. Meski belum mampu bersaing di barisan depan, kehadirannya tetap menambah warna dalam kompetisi Time Attack yang semakin berkembang di Indonesia.

Rangkaian balapan yang berlangsung kompetitif di berbagai kelas itu, diapresiasi MGPA. Bukan hanya GT World Challenge Asia, tetapi juga balapan support race seperti Krida Agya Karini Race, Superstar Sports, Subaru BRZ Super Series, hingga Mandalika Festival of Speed berlangsung sangat kompetitif dan menarik. 

"Ini menunjukkan ekosistem balap di Mandalika semakin hidup dan beragam," ujarnya.

Priandhi menambahkan, kehadiran berbagai kelas balap dari level pembinaan hingga internasional menjadi indikator penting dalam membangun industri motorsport Indonesia.

MGPA melihat antusiasme pembalap dan tim sangat tinggi, termasuk dari talenta lokal. Ini menjadi pijakan penting untuk pembinaan sekaligus membuka peluang bagi pembalap Indonesia naik ke level yang lebih tinggi. 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#GT World Challenge Asia 2026 #MGPA #Hasil Balapan #Sirkuit Internasional Mandalika #Race