LombokPost-Deru mesin di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika memasuki babak baru. Bukan karena balapan kelas dunia yang tengah berlangsung, melainkan karena pergeseran takhta di kursi kemudi Mandalika Grand Prix Association (MGPA).
Setelah masa bakti yang penuh tantangan, Priandhi Satria resmi menepi, menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada sosok yang namanya sudah mendarah daging dengan aspal dan kecepatan, Ananda Mikola.
"Benar sudah berganti, (pergantian, red) dilakukan tadi siang (Rabu, red) pukul 11.30 WIB," ucap Priandhi Satria yang dikonfirmasi Lombok Post, Rabu (13/5) malam.
Baca Juga: IMI dan MGPA Incar Asian Le Mans Series Mengaspal di Sirkuit Mandalika
Priandhi Satria meninggalkan warisan yang tidak main-main. Di bawah komandonya, Mandalika bukan lagi sekadar proyek ambisius di pesisir Lombok, melainkan titik tetap dalam kalender MotoGP dunia.
Ia adalah nakhoda yang membawa MGPA melewati badai transisi pasca-pandemi, pembenahan aspal yang kritikal, hingga pembuktian bahwa Indonesia mampu menggelar hajatan otomotif kelas wahid dengan standar tanpa kompromi.
Penunjukan Ananda Mikola bukanlah sekadar pergantian nama di papan struktur organisasi. Ini adalah pernyataan sikap. Memilih seorang mantan pembalap Formula 1 (tester) dan juara umum berbagai seri balap internasional untuk memimpin MGPA adalah upaya membawa "insting pembalap" ke ranah manajerial.
Baca Juga: Pemkab Loteng “Bersih-bersih” Indomaret dan Alfamart, Diminta Tutup Mandiri Paling Lambat 16 Mei
Pergantian ini menandai berakhirnya fase "pembangunan dan stabilisasi" di bawah Priandhi, dan dimulainya fase "akselerasi dan prestise" di tangan Ananda Mikola. Tantangannya nyata, menjaga api antusiasme tetap menyala di tengah persaingan sirkuit-sirkuit baru di Asia.
Kini, publik menunggu. Apakah di bawah kemudi sang legenda balap, MGPA akan melesat memecahkan rekor baru, atau justru menghadapi tikungan tajam yang tak terduga? Satu yang pasti, Mandalika tidak sedang mengerem; ia baru saja melakukan downshift untuk tancap gas lebih dalam.
Editor : Jelo Sangaji