LombokPost – Aspal lintasan Sirkuit Internasional Mandalika kembali membara. Putaran kedua ajang bergengsi Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 yang berlangsung Minggu (21/6), menyajikan drama adu kecepatan tingkat tinggi yang sukses memompa adrenalin ribuan pasang mata di tribun sirkuit sepanjang 4,31 kilometer tersebut.
Pertempuran paling sengit dan emosional tersaji di kelas bergengsi National Supersport 600cc (NS600). Pembalap andalan tuan rumah, Arai Agaska Dibani Laksana yang mengusung bendera Yamaha Nitiracing Pikoli DRS Dynavolt RCB AHRS HDS Racing, dipaksa mengakui dominasi duet maut Astra Honda Racing Team.
Baca Juga: BURUAN! Tiket MotoGP Mandalika 2026 Mulai Dijual, Diskon Early Bird Tembus 50 Persen
Arai Agaska, pembalap kebanggaan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, harus puas menyentuh garis finis di posisi ketiga dengan catatan total waktu 16 menit 32,097 detik.
Ia terpaut tipis 2,031 detik dari Herjun Atna Firdaus (Jawa Tengah) yang keluar sebagai jawara tercepat setelah melahap 10 lap dengan catatan impresif 16 menit 30,066 detik.
Posisi kedua dikunci oleh rekan setim Herjun, Fadillah Arbi Aditama, yang menempel ketat dengan selisih waktu super tipis, hanya 0,178 detik.
Baca Juga: Sengatan Udara Panas Mandalika Pacu Adrenalin, Persaingan Race 1 Round 2 MRS 2026 Berlangsung Sengit
Meskipun Arai Agaska gagal di podium tertinggi kelas NS600, publik bumi gora tak perlu berkecil hati. Bumi Gora tetap berkibar paling tinggi di sirkuit kebanggaan masyarakat NTB berkat performa gemilang talenta muda potensial, Gian Muhammad Gibran.
Turun di kelas pembibitan Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) U-15, pembalap cilik asal NTB yang bernaung di bawah tim RX One Media RXT Honda ini sukses membalaskan dahaga kemenangan publik tuan rumah.
Gian Gibran melesat bak peluru di atas tunggangan Hondanya untuk memenangi balapan dramatis sepanjang 8 lap. Ia menyentuh garis finis pertama dengan total waktu 16 menit 57,854 detik, berhasil menahan gempuran ketat dari pembalap Banten, Bintang Pranata Sukma, dengan keunggulan tipis 0,410 detik.
Beralih ke kelas paling bergengsi para raja, National Sport 250cc (NS250), ketegangan meluncur hingga tikungan terakhir. Pembalap kawakan asal D.I. Yogyakarta, Andi Farid Izdihar (Andi Gilang) dari Astra Motor Racing Team-Yogyakarta, sukses mengamankan podium tertinggi setelah memenangi duel sengit 12 lap yang menguras energi.
Andi Gilang finis dengan total waktu 21 menit 48,436 detik, hanya unggul seujung kuku—0,133 detik—dari Irfan Ardiansyah di posisi kedua.
Balapan kelas ini juga diwarnai pecahnya rekor sirkuit baru (New Track Record) untuk kelas NS250 atas nama Reykat Yusuf Fadillah yang mencatatkan waktu fantastis 1 menit 47,711 detik pada lap ke-11.
Baca Juga: VIRAL! Java Lo Resto & Coffee, Kafe Kekinian Berlatar Sawah dan Perbukitan
Sementara itu, jalannya balapan di kelas National Sport 150cc (NS150) berhasil dikuasai oleh pembalap DKI Jakarta, Fahmi Basam, yang finis terdepan dengan total waktu 15 menit 31,976 detik, disusul Candra H di posisi kedua dengan selisih 0,095 detik.
Di kelas Underbone 150cc, Rendi Oding asal Sulawesi Tengah menjadi yang tercepat setelah menyelesaikan drama 8 lap dengan total waktu 15 menit 50,317 detik.
Pada kelas Junior Sport 250cc U-18, M. Abid Ashar Musyafa (DKI Jakarta) naik ke podium tertinggi setelah menaklukkan Ahmad Azel Savero dalam duel ketat hingga garis finis dengan margin tipis 0,185 detik.
Putaran kedua Pertamina Mandalika Racing Series 2026 ini membuktikan bahwa Sirkuit Mandalika bukan sekadar lintasan pacu, melainkan panggung pembuktian mental, tempat rekor baru tercipta, dan tempat para pembalap lokal NTB membuktikan diri mampu berbicara banyak di level nasional.
Direktur Utama MGPA Ananda Mikola menambahkan, ajang ini mengalami peningkatan dari jumlah peserta terutama kelas IJTC. Dia juga melihat pemahaman pembalap untuk terhadap regulasi, teknis dan etika jauh lebih baik dari sebelumnya. “Sehingga balapan sekarang lebih aman,” imbuhnya.
Baca Juga: Kejari Lombok Tengah Minta Data Wajib Pajak Parkir Disinkronkan
Ananda memberikan perhatian khusus terhadap lahirnya bibit-bibit pembalap asal NTB. Hadirnya Sirkuit Internasional Mandalika memberikan peluang besar bagi mereka untuk giat berlatih dan berpotensi menjadi pembalap profesional pada ajang balapan berikutnya. Selain event kejurnas, pembalap bisa manfaatkan track day di sirkuit kebanggaan bangsa Indonesia.
“Tujuan kita kan bukan hanya melahirkan tim saja tetapi pembalap-pembalap muda,” kata dia.
Editor : Kimda Farida