LombokPost - Lionel Messi lahir dari sepak bola jalanan, begitu pula dengan legenda Argentina lainnya, Diego Maradona.
Demikian juga rata-rata penggawa La Albiceleste di Piala Dunia 2026.
Bakat-bakat yang diasah dari potrero atau arena sepak bola jalanan di Rosario dan Buenos Aires itu tengah malam nanti WIB pukul 23.00 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, akan memperebutkan tiket ke perempat final melawan para talenta yang juga ditempa di jalan. Ya, sepak bola jalanan punya akar yang sangat kuat di Mesir.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Argentina vs Egypt, Bentrokan Sengit Para Raja Benua di Atlanta
"Sepak bola jalanan kental dalam gaya permainan Mesir," kata Tito Garcian Sanjuan, mantan asisten Javier Aguirre saat menangani Mesir pada 2018—2019, kepada FIFA.com, Ahad (5/7).
Para pemain Mesir, lanjut Sanjuan, tahu apa artinya berjuang untuk setiap bola dari sepak bola jalanan. Tak terkecuali sang mahabintang skuad The Pharaohs Mohamed Salah.
Dari jalanan Desa Nagrig, Mesir, Salah mengasah kemampuannya dengan bermain sepak bola tanpa alas kaki. Tradisi sepak bola itu bahkan makin kental saat memasuki Ramadan.
Baca Juga: Scaloni Angkat Topi untuk Tim Debutan yang Bikin Argentina Menang dengan Susah Payah
Mengutip BBC, di dua kota besar Mesir, Kairo dan Alexandria, bahkan ada turnamen sepak bola jalanan yang hanya digelar pada bulan suci tersebut.
Di Kairo ada Turnamen Mit Rumi, sedangkan di Alexandria ada Turnamen Al Falaki.
Dari adu skill di antara debu jalanan itu, kata Sanjuan, para pemain Mesir belajar tentang semangat dan bagaimana memperlakukan tiap pertandingan layaknya final.
Baca Juga: Nyaris Dipermalukan Debutan, Gol Bunuh Diri Selamatkan Argentina vs Cabo Verde di Piala Dunia 2026
"Argentina memang lebih difavoritkan. Tapi, saya tidak akan kaget kalau Mesir menciptakan kejutan," katanya. (ren/ttg/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online