LombokPost - Gouden generatie (generasi emas) Belgia seperti terlahir kembali pada Piala Dunia 2026.
Itu terbukti dengan keberhasilan tim berjuluk De Rode Duivels tersebut kembali ke perempat final di ajang mayor setelah dua edisi terakhir tersingkir lebih awal.
Setelah angkat koper di fase grup Piala Dunia 2022, Belgia hanya bisa bersaing hingga 16 besar di Euro 2024.
Baca Juga: Lionel Messi Dikepung Mbappe dan Haaland di Bursa Top Skor Piala Dunia 2026
Bentrok kontra Spanyol di SoFi Stadium, Inglewood, dini hari nanti pukul 2.00 WIB bisa jadi sinyal kebangkitan era baru gouden generatie negeri tetangga Belanda itu.
Sebelum perempat final, Belgia di bawah asuhan Rudi Garcia juga mencatat rentetan 18 laga tidak terkalahkan dalam semua ajang.
“Rudi Garcia telah membangkitkan kembali tim ini," kata gelandang Axel Witsel, bagian dari generasi emas sebelumnya yang dimotori Eden Hazard, Kevin De Bruyne, dan Romelu Lukaku, sebagaimana dilansir laman Voetbal Nieuws.
Witsel pun menyebut, skuad Belgia dalam Piala Dunia 2026 sudah mengingatkannya dengan saat kali pertama generasi seangkatannya muncul di Piala Dunia 2014.
“Perpaduan antara pemain yang berpengalaman dan generasi baru," tambahnya.
Di tim sekarang, selain Witsel, masih ada pula Kevin De Bruyne, Thibaut Courtois, Romelu Lukaku, dan Thomas Meunier dari generasi sebelumnya. Witsel pun menjadi pemain tertua dalam skuad ini dengan usia yang sudah 37 tahun.
Baca Juga: Dua Striker AC Milan Ini Sama-sama Alami Nasib Tak Mengenakkan di Piala Dunia
Ditinggal Toby Alderweireld, Jan Vertonghen, Dries Mertens, dan kapten Eden Hazard yang pensiun, trio Jeremy Doku, Leandro Trossard, dan Diego Moreira mengambil tongkat estafet generasi baru. Mantan bek kanan Belgia Anthony Vanden Borre mengungkapkan, bukan salah generasi sebelumnya saat gagal di Piala Dunia 2022.
Kesalahan, menurutnya, ada pada pelatih Roberto Martinez. “Dia yang menghancurkan mimpi kita," katanya, seperti dikutip dari laman Voetbal Belgie.
Itu dibenarkan sesama mantan penggawa Belgia Stefan Defour. Dia mencontohkan hancurnya Portugal yang juga diasuh Martinez di 16 Besar Piala Dunia 2026.
“Rudi Garcia? Kami berharap besar kepadanya," kata Defour yang menjadi bagian skuad Belgia di Piala Dunia 2014 itu. (ren/ttg/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online