LombokPost–Comeback Conor McGregor di UFC 329 berubah menjadi mimpi buruk. Mantan juara dua divisi UFC itu diduga mengalami cedera serius pada lutut kanan saat menghadapi Max Holloway di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Sabtu (11/7) malam waktu setempat atau Minggu (12/7).
Presiden UFC Dana White mengungkapkan, dugaan awal tim medis mengarah pada robekan Anterior Cruciate Ligament (ACL). Meski demikian, kepastian cedera masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
"Semua orang yang memahami dunia pertarungan tahu bahwa kembali bertarung setelah lima tahun bukanlah hal yang mudah," kata Dana White dalam konferensi pers seusai UFC 329.
Baca Juga: Hasil UFC 329: Max Holloway Menang Kilat atas Conor McGregor di Ronde Pertama
White mengaku semula memperkirakan duel McGregor melawan Holloway akan berlangsung sengit, setidaknya hingga ronde pertama berakhir. Namun, jalannya pertarungan justru berubah setelah McGregor mengalami cedera hanya beberapa saat setelah laga dimulai.
"Saya menduga ACL-nya robek. Saya memang bukan dokter, tetapi itu yang saya pikirkan ketika melihat insiden tersebut. Tim medis juga memiliki dugaan yang sama," katanya.
Cedera bermula ketika McGregor melepaskan tendangan berputar (spinning roundhouse kick). Saat mendarat, lutut kanannya tampak bermasalah sehingga ia beberapa kali kehilangan keseimbangan saat berusaha melanjutkan serangan.
Baca Juga: Pemda KSB Bongkar Rantai 'Permainan' Distribusi Elpiji 3 Kg, Harga Tembus Rp 60-100 Ribu
Melihat kondisi lawannya, Max Holloway bahkan sempat memberi isyarat kepada wasit bahwa McGregor tidak lagi mampu bertanding secara normal.
Tak lama berselang, wasit menghentikan pertandingan setelah McGregor tidak dapat menopang tubuhnya dengan kaki kanan.
Usai laga, McGregor tidak memberikan pernyataan kepada media. Petarung berjuluk The Notorious itu langsung meninggalkan arena dengan kondisi terpincang-pincang, memunculkan spekulasi mengenai tingkat keparahan cedera yang dialaminya.
Pemeriksaan medis lanjutan akan menentukan diagnosis pasti sekaligus masa pemulihannya.
Editor : Jelo Sangaji