LombokPost - Sirkuit Internasional Mandalika terus mengukuhkan namanya di arena balap motor dunia. Namun, kisah berbeda justru datang dari roda empat. Tingginya beban biaya logistik dan operasional menjadi batu sandungan utama yang mengganjal kehadiran deretan kejuaraan balap mobil bergengsi Asia di lintasan kebanggaan Lombok tersebut.
Plt Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Ahmad Fajar mengungkapkan, GT World Challenge Asia dan Porsche Carrera Cup Asia yang sempat digadang-gadang bakal memanaskan aspal Mandalika terpaksa absen menyapa pencinta otomotif Tanah Air, baik di akhir tahun ini maupun 2027.
“Tapi saya yakin GT World Challenge Asia dan Porsche Carrera Cup Asia akan masuk lagi ke Sirkuit Mandalika pada 2027,” kata Fajar kepada Lombok Post, Selasa (25/8).
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026, Riders Parade Lombok Hadirkan hingga 10 Pembalap
Sebagai kasta tertinggi balapan Gran Turismo yang dihuni tim-tim elite serta pembalap top dunia, GT World Challenge Asia gagal merealisasikan agendanya akibat tingginya kalkulasi biaya pengiriman armada supercar dan logistik pendukung.
Sementara itu, Porsche Carrera Cup Asia sempat menguji ketangguhan aspal Mandalika pada 24–25 Agustus 2025. Absennya ajang ini pada kalender balap 2026 bukan lantaran pembatalan sepihak, melainkan karena padatnya jadwal musim 2026 yang sudah terisi penuh di negara lain.
“Penyelenggara menyatakan komitmennya dan sedang berupaya agar ajang balap Porsche dapat kembali hadir di Mandalika pada tahun 2027,” tambahnya.
Baca Juga: Desa Pegang Kendali Pengadaan Logistik Pilkades
Kendala tingginya ongkos transportasi laut maupun udara menuju Lombok kini menjadi tantangan besar pengelola kawasan.
Tanpa adanya efisiensi skema logistik dan dukungan regulasi bea masuk yang lebih ramah bagi motorsport, potensi besar Mandalika menjadi surga balap mobil kelas dunia berisiko terus membentur dinding tinggi.
“Saya rasa tidak ada yang absen kecuali WSBK. Ini sedang kita upayakan lobi-lobi lagi supaya GT World Challenge Asia dan Porsche Carrera Cup masuk lagi,” tegas Fajar.
Fajar optimis, ajang balap mobil yang sempat absen akan segera kembali. Keyakinan tersebut didukung oleh kuatnya jaringan mantan pembalap Ananda Mikola, serta sinergi bersama IMI Pusat yang kini dinakhodai Moreno Soeprapto.
Baca Juga: Sirkuit Mandalika Absen dari GTWCA 2027
“Saya yakin akan makin banyak event balap mobil dan motor, baik nasional maupun internasional, di Mandalika. Seperti Asia Road Racing Championship yang sempat absen tahun lalu kini hadir lagi. Ke depan akan makin banyak event masuk, ditambah Porsche, Ferrari, hingga Ducati,” pungkasnya.
Terpisah, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola memberikan penjelasan gamblang mengenai alasan absennya ajang GT World Challenge Asia dari Sirkuit Mandalika pada 2027.
Menurutnya, penurunan jumlah peserta menjadi faktor utama yang membuat promotor mengeliminasi Mandalika dari kalender balap tahun tersebut.
Baca Juga: UMKM NTB Bersiap Panen Cuan di MotoGP Mandalika, Penjualan Tiket Sudah Capai 50 Persen
Promotor GT World Challenge Asia akhirnya memilih untuk mengonsentrasikan balapan di kawasan Tiongkok yang dinilai lebih efisien. Kendati demikian, Ananda memastikan kejuaraan ini akan kembali mengaspal di Lombok pada Maret 2028.
“Saya ngomong apa adanya, secara bisnis bagi promotornya ini tidak menguntungkan. Saya menekankan kepada promotor minimal harus ada 20 mobil. Kalau kurang dari 20, kasihan juga promotornya menanggung biaya logistik yang cukup tinggi,” terang Ananda.
Guna mengisi kekosongan jadwal tersebut, pihak MGPA tidak tinggal diam. Mereka kini tengah gencar berburu ajang balap mobil bergengsi lain yang selevel dengan GT World Challenge Asia. “Kami akan cari penggantinya,” tegas mantan pembalap nasional tersebut.
Baca Juga: The Dudas-1 Puji Pesatnya Wisata Mandalika
Lebih dari sekadar mendatangkan ajang bergengsi, Ananda menaruh harapan besar agar setiap balapan internasional di Mandalika turut melibatkan talenta lokal.
Keberadaan Sirkuit Mandalika harus dioptimalkan sebagai wadah pembinaan dan penggalian potensi pembalap nasional melalui penguatan event skala domestik.
“Harus ada pembalap Indonesia yang bisa ikut balapan di sana. Kalau kita mau menghadirkan event balap mobil internasional tetapi tidak punya local hero yang berkompetisi, rasanya ada yang kurang,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, MGPA berencana menaikkan kasta kejuaraan lokal seperti Mandalika Festival of Speed (MFoS) dengan menambah slot balapan, termasuk menghadirkan kategori baru Formula IDN, sekaligus memacu tingkat kunjungan penonton ke Mandalika.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post