“Ditemukan sama misan (sepupu) saya dan teman-temannya,” ujar salah seorang warga Junaidi, kemarin (12/4/2020).
Ia menuturkan, sepupu bersama lima temannya berangkat pada Selasa lalu (7/4). Mereka rencananya akan memancing ke Segara Anak. Pada pukul 12.00 Wita, mereka bertemu dengan korban yang saat itu masih hidup.
Korban sempat diajak berbicara, namun enggan menjawab. Karena kasihan, mereka pun akhirnya memberinya satu bungkus nasi. “Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan,” sambung dia.
Setelah empat malam menginap di Segara Anak, mereka akhirnya memutuskan kembali pulang. Di siang hari, mereka melintasi jalan yang sama dan bertemu korban.
“Mereka ketemu wanita ini dalam keadaan meninggal dan tersungkur di tanah,” jelas dia.
Keenam orang tersebut memutuskan untuk membawa pulang mayat korban hingga Desa Senaru. Namun mayat itu hanya bisa dibawa sampai pos tiga, karena salah satu dari mereka mengalami keseleo. Selain itu, masing-masing dari mereka juga harus membawa pulang ikan seberat 30 kilogram, hasil memancing.
Sementara itu, salah satu petugas TNGR di pintu Senaru Saharudin mengatakan, jalur pendakian Senaru memang sudah ditutup. Namun ada banyak jalur lain yang digunakan warga lokal untuk pergi memancing.
“Mereka tahu mana jalur yang ada petugasnya,” ujar dia.
Ia membenarkan adanya penemuan mayat tanpa identitas tersebut. Sementara ini, pihaknya sudah mengimbau untuk tidak naik dulu. Sebab itu bukan tanggung jawab TNGR selama jalur ditutup.
“Kalau melalui jalur tidak resmi itu tanggung jawab mereka sendiri,” jelas dia.
Terpisah, Kapolsek Bayan Ipda Sugi Jaya masih belum mau berkomentar banyak perihal temuan tersebut. Saat ini, pihaknya tengah melakukan evakuasi mayat tersebut ke bawah kaki gunung untuk diidentifikasi.
“Sabar dulu, tim masih mengevakuasi (mayat tersebut). Biar tidak salah penyampaian kami nanti,” kata dia. (fer/r4)
Editor : Baiq Farida