”Lihat saja di Montong Pal itu, antara bibir pantai dan jalan raya berjarak sekitar 50 meter 2010 lalu. Nah sekarang hampir setengahnya terkikis,” kata Kabid PPKLH Dinas LHPKP KLU Abdul Gaib Annas, kemarin (11/6)
Menurut dia, penanaman pohon bakau (mangrove) perlu dilakukan menyeluruh. Minimal di semua bibir pantai dekat muara.
”Ada ratusan hektare pesisir pantai perlu ditanami itu,” sambung dia.
Sayangnya tahun ini penanaman mangrove hanya 5.420 bibit. Itu pun telah ditanam di kawasan Muara Putat. Angka tersebut, masih sangat jauh dari yang dibutuhkan.
”Sementara alam KLU ini butuh segera ditangani,” ungkap dia.
Mangrove juga baik untuk kelangsungan habitatikan. Juga dapat menjadi destinasi wisata. Hal tersebut tentunya akan baik untuk pengembangan pariwisata.
”Bahkan kebersihan udara yang dihasilkan mangrove ini luar biasa,” jelasnya lagi.
Terpisah, Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar menegaskan perlunya upaya penanggulangan abrasi. ”Abrasi di wilayah kita memang lumayan ekstrem, saya baru saja disurati oleh kades Gili indah katanya di wilayahnya juga sedang terjadi abrasi,” jelas Najmul.
Dia berjanji segera menindaklanjuti hal tersebut. Anggaran untuk penanaman mangrove akan diusahakan bertambah pada APBD Perubahan tahun ini.
”Jika tidak bisa, akan dianggarkan pada APBD Murni tahun depan” tegasnya.
”Abrasi ini masalah serius, sehingga harus segera kita anggarkan, kemungkinan tahun depan tapi kita upayakan semoga bisa tahun ini melalui APBD Perubahan,” paparnya. (fer/r9) Editor : Administrator