Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Anggaran Minim, Pembangunan Kantor Desa Pemenang Barat Ditunda

Administrator • Selasa, 4 Mei 2021 | 23:40 WIB
DITUNDA: Kondisi kantor Desa Pemenang Barat yang pembangunannya terpaksa ditunda akibat adanya refocusing Dana Desa (DD) tahun ini, kemarin (3/5).( FERIAL/LOMBOK POST)
DITUNDA: Kondisi kantor Desa Pemenang Barat yang pembangunannya terpaksa ditunda akibat adanya refocusing Dana Desa (DD) tahun ini, kemarin (3/5).( FERIAL/LOMBOK POST)
TANJUNG-Refocusing Dana Desa (DD) hingga delapan persen berdampak pada program yang ada di desa. Di Desa Pemenang Barat, semua kegiatan fisik dan beberapa pemberdayaan terpaksa ditunda. Salah satunya pembangunan kantor desa sudah terbangun setengahnya.

”Memang akibat refocusing ini kita semua semua terdampak,” ujar Kepala Desa Pemenang Barat Asmaat, kemarin (3/5).

Ia menuturkan, Desa Pemenang Barat memiliki RPJMDes dan RKPDes yang menjadi acuan pembangunan desa. Hal itu disesuaikan dengan kondisi pandemi. Mulai dari pemberian BLT DD yang menelan anggaran Rp 1,2 miliar. Total penerimanya 342 KK dengan jumlah Rp 300 ribu per orang selama 12 bulan.

”DD kita sebesar Rp 2,7 miliar dan ADD Rp 1,2 miliar,” jelas dia.

Kemudian turun perintah dari pusat untuk melakukan refocusing DD delapan persen. Artinya ada anggaran sebesar Rp 222 juta yang harus dialihkan untuk penanganan Covid-19 di desa. Sebab itu ada banyak kegiatan fisik dan pemberdayaan yang direfocusing atau realokasi.

Terkait kantor desa, dirinya berharap ada anggaran bagi hasil yang nantinya bisa digunakan. ”Mudahan segera keluar,” harap dia.

Kantor desa ini menjadi skala prioritas mengingat itu menjadi tempat pelayanan untuk masyarakat. ”Makanya apa pun kegiatan yang tertunda itu menjadi prioritas kita di 2022 nanti,” imbuh dia.

Selain kantor desa, program prioritas lainnya adalah program perpipaan. Jika tidak tangani dengan baik, maka bisa menimbulkan pencemaran nantinya. ”Jadi pipa besar sudah dipasang, tinggal pipa-pipa dari rumah tangga ini yang belum,” jelas dia.

Progres program perpipaan tersebut sudah berjalan 50 persen. Estimasi anggaran pembangunan tahap akhir ini diperkirakan Rp 250 juta.

”Untuk Kantor sekarang kita hanya pinjam pakai kantor BPD,” tutupnya.  (fer/r9) Editor : Administrator
#Refocusing Anggaran #Pandemi #Lombok Utara