"Di Dusun Badung informasinya paling parah," ujar Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter FR saat akan melakukan pemantauan lokasi, Senin (17/10).
Dikatakannya, dirinya telah berkoordinasi dengan kepala Desa Malaka untuk membuat posko pengungsian sementara. Hal ini mengingat banyak rumah warga yang masih dalam proses pembersihan material yang dibawa banjir. "Saya harap masyarakat waspada berhubung kondisi cuaca masih belum menentu," katanya.
Salah satu warga Dusun Badung Muhammad Husen mengatakan, rumahnya kini masih dipenuhi material yang dibawa banjir bandang. Terutama material berupa kayu yang hanyut dalam jumlah yang banyak.
"Baju-baju sekolah anak saya hilang terbawa arus. Sudah tidak ada seragamnya dan tidak bisa pergi sekolah," bebernya.
Tak hanya itu, ternak ayamnya juga banyak yang hanyut dibawa banjir. Meski belum mengetahui seberapa besar kerugiannya, namun diperkirakannya cukup besar.
"Setiap tahun dia naik memang airnya. Tahun dulu memang tidak parah seperti sekarang ini," akunya.
"Kami mengungsi untuk sementara. Kami butuh tenda pengungsian saat ini," tandasnya. (fer/r1) Editor : Administrator