Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewan KLU Sarankan Penanganan Sampah Gili Dipihakketigakan

Galih Mps • Selasa, 20 Juni 2023 | 19:00 WIB
TETAP OPTIMIS: Salah satu lokasi usaha yang tetap beroperasi di Gili Trawangan, Oktober 2021 lalu.  (DOK/LOMBOK POST )
TETAP OPTIMIS: Salah satu lokasi usaha yang tetap beroperasi di Gili Trawangan, Oktober 2021 lalu. (DOK/LOMBOK POST )

TANJUNG-Menumpuknya sampah di Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air) dikhawatirkan berdampak pada pariwisata di kawasan tersebut. DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyarankan agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mempihakketigakan pengelohan sampahnya sebagai solusi. “Kami sudah rapatkan bersama Komisi I,II, dan III, dengan mengundang Dispar, Dishub, Satpol PP, dan DLH,” ujar Ketua DPRD KLU Artadi, Senin (19/6).


Dikatakannya, rapat tersebut membahas kondisi sampah Gili Tramena yang semakin memprihatinkan. Meski memiliki Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), namun tumpukan sampahnya sangat tinggi. “Menggunung dia,” sambungnya.


Pihaknya khawatir, tumpukan sampah tersebut berdampak pada keberadaan Gili Tramena sebagai wisata andalan KLU. Sebab jika tidak segera ditangani, kawasan tersebut bisa mendapatkan citra buruk publik nantinya.


DLH sebagai leading sektor penanganan sampah diminta segera mencari jalan keluar. Apalgi di Gili Tramena sudah ada KSM yang sudah dibentuk. Jika itu dipihakketigakan, tinggal KSM mengatur kerja samanya dengan DLH. “Bahkan bila perlu untuk penanganan ini cari investor yang memang bisa bekerja sama untuk mengubah sampah di sana, entah jadi pupuk atau apalah, yang penting diolah,” jelasnya.


Menurut politisi Gerindra ini, penanganan sampah akan sulit jika hanya mengandalkan petugas yang merupakan tenaga kontrak. Terlebih jumlah petugas sangat sedikit dengan sampah hingga 13 ton per hari yang harus ditangani. “Gaji tenaga kontrak ini jangan disamakan dengan yang didarat, minimal ditambah menjadi Rp 2,5 juta,” imbuhnya.


Ditambahkannya, dari 13 ton sampah yang dihasilkan, KSM hanya mampu mengolah 1 ton per hari. Sebab itu pihaknya mendorong agar DLH segera mencari solusi. “Dulu sudah dianggarkan banyak, tapi penanganan sampah masih seperti ini, wajar masyarakat marah dan menganggap pemerintah ini tidak serius menangani sampah Gili,” terangnya.


Kepala DLH KLU Rusdianto menyambut baik usulan DPRD tersebut. DLH akan mencoba bekerja sama dengan pihak ketiga terkait pengolahan sampahnya. “Berbicara siapa yang bisa dikerjakan, bisa saja KSM maupun investor, yang penting kita ingin dalam penanganan sampah ini ada pemberdayaannya,” katanya.


Dikatakannya, penanganan sampah di Gili Tramena sudah bagus. Artinya, tidak ada keluhan dari orang yang merasa terdampak di kawasan tersebut. Hanya saja, saat ini tinggal pengolahannya yang belum maksimal. “Hanya pengolahan di TPST ini yang kita upayakan dimaksimalkan nantinya,” pungkasnya. (fer/r9)

Editor : Galih Mps
#KLU