TANJUNG-Jumlah warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap sementara (DPTS) untuk Pilkades serentak lima desa di KLU November mendatang 17.458 jiwa. Sedangkan sebaran Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 50 TPS di 50 dusun.
Kepala Bidang Pendataan dan Administrasi Desa (PADes) DP2KBPMD KLU Marta Efendi membeberkan, jumlah DPTS terbanyak di Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga sebanyak 6.122 jiwa. DPTS tersebut tersebar di 16 dusun atau TPS. “Sekaligus merepresentasikan jumlah dusun terbanyak,” ujarnya, Minggu (2/7).
Setelah Sambik Bangkol, DPTS terbanyak berada Desa Medana Kecamatan Tanjung sebanyak 4.034 jiwa. Jumlah ini tersebar di sembilan dusun atau TPS. Di Desa Loloan Kecamatan Bayan, DPTS berjumlah 3.513 yang tersebar di 10 dusun atau TPS.
Selanjutnya DPTS Desa Teniga, Kecamatan Tanjung sebanyak 2.125 jiwa. Jumlah ini tersebar di sembilan dusun atau TPS. Terakhir, Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan diikuti 1.664 jiwa terbagi dalam enam dusun atau TPS. “Jumlah pemilih Desa Akar-Akar paling sedikit,” sambungnya.
Jumlah pemilih Akar-akar tercatat paling sedikit dibandingkan empat desa lainnya, lantaran mengalami pemekaran. Ada dua desa baru yang dimekarkan dari Desa Akar-Akar, yakni Desa Gunjan Asri dan Desa Andalan.
Lebih lanjut dikatakannya, tahapan Pilkades lima desa ini sudah masuk tahap pencalonan. Pengumuman dan pendaftaran akan segera dibuka selama sembilan hari. Pada seluruh tahapan Pilkades serentak, Panitia Kabupaten tetap berpedoman pada Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati sebagai petunjuk teknis. "Kita telah melaporkan bahwa anggaran untuk Pilkades lima desa ini sebesar Rp 750 juta. Dana ini tidak termasuk biaya pengamanan," terangnya.
Berbicara soal dana pengamanan, sebelumnya Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi mengatakan, DP2KBPMD KLU telah mengusulkannya Rp 1 miliar. Untuk usulan tersebut, TAPD masih melakukan analisa. “Kemarin kita sudah rapat dengan TAPD mengenai anggaran pengamanan Pilkades ini,” ujarnya.
Dikatakan Anding, pada Pilkades 2021 yang dilaksanakan di 14 desa, TAPD menganggarkan Rp 500 juta untuk pengamanan. Sementara pada tahun ini, Pilkades hanya dilaksanakan di lima desa. Pihaknya tentu harus menganalisa terlebih dulu idealnya porsi pemberian anggaran untuk itu nantinya.
Menurut Anding, ada banyak faktor yang perlu dilihat sebelum menyetujui anggaran tersebut. Mulai dari jumlah TPS, luas wilayah, hingga jumlah masyarakatnya. Tak hanya itu, TAPD juga perlu melihat seperti apa ketersediaan anggaran daerah. “Kita sesuaikan, nanti di Perubahan itu kita akan berikan mereka,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Galih Mps