LombokPost-Polres Lombok Utara menyiagakan tiga posko untuk menghadapi kesiapan Operasi Ketupat Rinjani yang akan berlangsung 4-16 April.
”Kami akan turunkan 80 personel gabungan TNI, polri dan dishub,” ujar Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro.
Didik menjelaskan, tiga posko yang disiagakan terdiri dari dua pos pengamanan di wilayah Tanjung dan simpang empat Pemenang.
Serta satu pos pelayanan yang dibangun di Pelabuhan Bangsal.
Mengingat Pelabuhan Bangsal merupakan akses langsung yang bisa digunakan masyarakat untuk mudik dengan menggunakan sarana fastboat.
”KLU merupakan daerah destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara terlebih pasca idul fitri,” katanya.
Mantan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB ini juga menyampaikan beberapa hari kedepan intensitas masyarakat sudah mulai meningkat.
Maka tidak menutup kemungkinan potensi gangguan atau bencana alam bisa saja terjadi.
”Mari sama-sama menjaga kewaspadaan. Termasuk kerawanan tanah longsor di wilayah Pusuk dan potensi kecelakaan laut,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi kerawanan tersebut, pihaknya menyediakan pos pengamanan dan pelayanan agar lebih mudah melakukan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan stakeholder dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
”Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman atas kehadiran polri guna terciptanya kondusifitas dan keamanan wilayah,” paparnya.
Kapolres juga berharap jajarannya melakukan deteksi dini tentang adanya potensi kelangkaan BBM, gas, bahan pokoko serta maping lokasi rawan bencana.
Termasuk maping lokasi wisata yang menjadi pilihan utama masyarakat pasca idul fitri untuk mempermudah dalam melaksanakan pengamanan.
Sementara itu, Dirlantas Polda NTB AKBP Rhomadoni Sutardjo mengatakan tujuan dilaksanakan Operasi Ketupat menitikberatkan pengamanan hari raya idul fitri.
”Ini merupakan agenda prioritas nasional yang menjadi tanggung jawab polri, TNI, dan seluruh stakeholder terkait guna terciptanya kamseltibcar lantas,” pungkasnya. (nur/r12)
Editor : Kimda Farida