Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Peringatan Hari Kartini, Bupati KLU : Perempuan Harus Berperan Optimal

Galih Mega Putra S • Selasa, 23 April 2024 | 13:45 WIB
HARI KARTINI: Pemkab Lombok Utara menggelar eringatan Hari Kartini yang dirangkaikan dengan upacara paripurna
HARI KARTINI: Pemkab Lombok Utara menggelar eringatan Hari Kartini yang dirangkaikan dengan upacara paripurna

LombokPost-Momentum peringatan Hari Kartini ke-146 Tahun 2024 harus dimaksimalkan perempuan untuk bisa mencapai potensi dan peran optimalnya.

Termasuk dalam melaksanakan berbagai kegiatan positif dan produktif yang memberi sumbangsih terbaik dalam kemajuan indonesia.

”Saya mengapresiasi dan terimakasih kepada seluruh perempuan yang telah memperjuangkan hak-hak perempuan dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah,” kata Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu, Senin (22/4).

Orang nomor satu di Lombok Utara ini meyakini dan percaya bisa terus bersinergi bersama kaum perempuan di Lombok Utara dalam semua bidang pembangunan guna memperjuangkan terakomodirnya hak-hak perempuan.

Peringatan hari kartini merupakan momentum untuk meneruskan semangat dalam memperjuangkan kesamaan hak antara perempuan dan laki-laki.

Perjuangan dan semangat kartini telah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan untuk berambisi dan menentukan masa depannya sendiri.

”Perempuan yang cerdas dan hebat tentu saja akan mampu mendidik generasi muda menjadi generasi yang hebat dan bermartabat,” terangnya.

Menurut Djohan, perempuan Indonesia harus mampu melahirkan inovasi-inovasi modern.

Sebagai upaya dalam memajukan bangsa dimana kaum perempuan adalah aset bangsa karena memiliki peran penting dalam mendorong suksesnya pembangunan nasional.

”Mereka harus diberdayakan dan dilindungi hak-haknya,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Program Inklusi Lombok Utara Muhammad Jayadi mengatakan terus berupaya untuk memfasilitasi perempuan.

Bahkan belum lama ini mewadahi partisipasi aktif dan bermakna kelompok perempuan penyandang disabilitas dan kelompok marginal lainnya.

Pihaknya juga menjaring, menghimpun dan menganalisis aspirasi atau usulan praktik baik kelompok perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan.

Selanjutnya memperkuat kolaborasi dan aksi kolektif antara pemerintah, kelompok perempuan, CSO, organisasi penyandang disabilitas dan kelompok marginal.

”Kami telah membahas sembilan topik aktual dan strategis yang dialami kelompok perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal dalam Musyarawarah Nasional Perempuan 2024 belum lama ini,” tandasnya. (nur/r12)

Editor : Kimda Farida
#kartini #Tanjung #KLU