LombokPost-Berkembangnya sektor pariwisata di kawasan tiga gili (Trawangan, Meno, dan Air) akan mendukung keberlanjutan berbagai sektor pendukungnya.
Namun saat ini juga harus mulai disikapi beberapa permasalahan yang bisa timbul kedepannya.
Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang melakukan komunikasi dengan banyak pihak untuk bisa memetakan permasalahan tersebut.
”Kita perlu merumuskan rencana aksi untuk permasalahan di tiga gili khususnya tentang permasalahan yang mengancam degradasi terumbu karang,” kata Koordinator Wilayah Kerja Kawasan Gili Tramena BKKPN Kupang Martanina.
Martanina menjelaskan terumbu karang menghadapi ancaman berat yang membahayakan kelangsungan hidup mereka dan telah menyebabkan degradasi dan kehancuran di banyak tempat.
Karena itulah tindakan pengelolaan baru sangat dibutuhkan untuk memastikan terumbu karang terus ada.
Menurut Martanina, dunia pariwisata dan kawasan konservasi harus bisa berjalan beriringan, sehingga membutuhkan pengelolaan dan perencanaan yang cermat dan berkelanjutan.
Ini untuk memastikan perkembangan industri pariwisata tidak akan mengarah pada kerusakan lingkungan dan degradasi ekologis.
”Kedepannya kami berharap bisa menyatukan persepsi visi dan misi demi keberlangsungan ekosistem konservasi di tiga gili,” harapannya.
Martatina juga menambahkan seluruh stakeholder di Lombok Utara akan menyatukan persepsi visi dan misi terkait dengan pengelolaan tiga gili dimulai dari hulu ke hilir yang harus terintegrasi.
Pembahasan FGD telah menghasilkan kurang lebih 18 permasalahan prioritas dari masing-masing instansi.
Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu mengatakan sangat penting mengidentifikasi permasalahan di kawasan konservasi tiga gili.
Apalagi Lombok Utara sebagai salah satu daerah yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan daerah dan sumber perekonomian masyarakatnya.
”Lombok utara juga menjadi salah satu ikon pariwisata di NTB, sekaligus sebagai wilayah dengan tingkat toleransi tinggi,” tuturnya.
Menurut Djohan, kawasan konservasi perairan nasional tiga gili merupakan aset strategis yang perlu dijaga serta dirawat sehingga memiliki manfaat untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat.
”Saya berharap kita dapat mengidentifikasi dan mengetahui prioritas dan perencanaan permasalahan yang ada. Kemudian nantinya dapat dilakukan pembentukan satuan tugas dan sekretariat percepatan penanganan permasalahan pada kawasan konservasi tiga gili,” pungkasnya. (nur/r12)
Editor : Kimda Farida