Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pilkada KLU: Pasangan Najmul-Kusmalahadi Unggul Versi Survei SMRC

Galih Mega Putra S • Senin, 24 Juni 2024 | 15:42 WIB
HASIL SURVEI: Tim SMRC usai memaparkan hasil survey Pilkada KLU, akhir pekan lalu.  (SMRC FOR LOMBOK POST)
HASIL SURVEI: Tim SMRC usai memaparkan hasil survey Pilkada KLU, akhir pekan lalu. (SMRC FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Berdasarkan hasil survei, pasangan Najmul Akhyar-Kusmalahadi menjadi calon kepala daerah yang paling banyak dipilih pada pilkada Lombok Utara.

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan awal Juni 2024 menyatakan pasangan tersebut unggul signifikan di atas bakal pasangan calon lain jika Pilkada Lombok Utara diadakan sekarang.

”Survei yang dilakukan SMRC dengan menggunakan beberapa metodologi,” kata Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani.

Deni menjelaskan survei dilakukan terhadap pilihan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Lombok Utara untuk empat pasangan. Sebanyak 57, 7 persen memilih Najmul Akhyar-Kusmalahadi.

Sekitar 14,2 persen memilih Mariadi-Zaki Abdillah.

Sementara 12,9 memilih pasangan Muchsin-Junaidi, dan 6,5 persen memilih Danny Karter-Simparudin. Sedangkan 8,8 persen menjawab tidak tahu.

Survei tersebut menggunakan sampel sebanyak 410 responden dipilih secara acak dengan metode stratified multistage random sampling dengan jumlah proporsional dari populasi tersebut.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang beralamat tinggal di Lombok Utara dan memiliki hak pilih, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

”Kami independen tidak ada afiliatif dengan calon ataupun parpol yang ada,” terangnya.

Menurut Deni, toleransi kesalahan survei diperkirakan kurang lebih 5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Wawancara survei dilakukan pada rentang waktu 8-15 Juni 2024.

Sementara itu, terhadap menyatunya hubungan Najmul Akhyar dan Djohan Sjamsu pada saat ini, SMRC juga melakukan research yang hasilnya 80 persen warga Lombok Utara menyatakan setuju dan 12, 6 persen tidak setuju serta 7,4 persen menjawab tidak tahu.

Lebih lanjut, Deni mengatakan dalam simulasi pilihan semi terbuka dengan daftar banyak nama, Najmul Akhyar mendapat dukungan tertinggi, yakni sebesar 47,1 persen.

Disusul Mariadi 10,5 persen, Raden Nuna Abriadi 7,1 persen, Lalu Muchsin Mukhtar 5,3 persen, Junaidi Arif 5 persen, dan nama-nama lain di bawahnya. Sementara 10 persen responden menjawab tidak tahu.

Najmul konsisten unggul di berbagai bentuk simulasi. Dalam simulasi tertutup empat nama yang dilakukan, Najmul Akhyar semakin kuat dengan dukungan 64,8 persen, unggul signifikan atas Mariadi 12,1 persen, Lalu Muchsin Mukhtar 8,4 persen, dan Danny Karter Febrianto 6,6 persen. Responden yang menyatakan belum tahu sekitar 8 persen.

Menariknya, Najmul Akhyar sementara ini mendominasi dukungan di berbagai kelompok pemilih partai. Najmul Akhyar mendapat suara mayoritas pada pemilih PKS sebesar 77 persen, PPP 73 persen, Gerindra 70 persen, PKB 67 persen, NasDem 66 persen, PDIP 62 persen, Demokrat 60 persen, Golkar 59 persen, dan PBB 59 persen.

”Dukungan kepada Najmul Akhyar terlihat lintas pemilih partai politik,” ujarnya.

Elektabilitas Najmul Akhyar yang tinggi saat ini tidak lepas dari kemampuannya menjaga soliditas dukungan dari pemilihnya di pilkada yang lalu mencapai 79 persen.

Pada saat yang bersamaan ia juga berhasil menarik simpati mayoritas dari pemilih Djohan Syamsu sekitar 58 persen. Namun demikian, Deni memperkirakan dukungan pemilih Lombok Utara masih dinamis karena pelaksanaan pilkada masih cukup lama yakni November 2024.

”Elektabilitas masing-masing calon masih bisa berubah, tergantung intensitas dan efektivitas kerja sosialisasi yang dilakukan hingga pilkada diadakan,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Najmul Akhyar menyampaikan proses ikhtiar terus berjalan. Hasil survei tentu menjadi potret kondisi masyarakat saat ini, namun pihaknya tetap memaksimalkan ikhtiar dalam ruang kompetisi pilkada 2024.

”Segala ikhtiar yang baik harus tetap dikedepankan,”ujarnya.

Menyangkut rekonsiliasi antara dirinya dan Djohan Sjamsu yang dilakukan saat ini menjadi bagian tekad baik.

”Rekonsiliasi yang kita jalin ini tidak sekedar bicara pilkada. Namun ini sebagai upaya membangun silaturahmi dan komunikasi dalam pembangunan,” tandasnya. (nur/r12)

Editor : Kimda Farida
#Tanjung #KLU #Pilkada