LombokPost-Kabupaten Lombok Utara (KLU) merayakan hari jadi ke 16, Minggu (21/7).
Mengusung tema “Bersama Wujudkan Lombok Utara yang Inovatif, Produktif, Transformatif, Edukatif, dan Kondusif,” HUT kali ini menjadi momentum kilas balik sekaligus refleksi agenda pembangunan dan kemasyarakatan yang telah maupun akan dilaksanakan.
Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu membeberkan di usia 16 tahun ini Lombok Utara menghasilkan capaian yang luar biasa.
Berdasarkan data BPS KLU 2021-2024, angka kemiskinan di KLU kini berada di posisi 25,8 persen.
Jumlah ini menurun 1,24 persen dari sebelumnya sebesar 27,04 persen.
”Ini mengantarkan KLU sebagai kabupaten paling progresif menurunkan angka kemiskinan di NTB,” ujarnya.
Pada aspek kesehatan dan keluarga berencana, angka stunting mengalami penurunan sebesar 17,8 persen. Yakni dari 33,8 persen di 2020 menjadi 15,98 persen di 2024.
Kemudian aspek indeks IPM, KLU juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Yakni dari 68,02 persen menjadi 65.7 persen.
Hal ini menandakan masyarakat dapat mengakses hasil pembangunan dalam sektor pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan lainnya.
Kemudian pada aspek infrastuktur, pemkab telah menyelesaikan pembangunan gedung pusat pemerintahan.
Yakni kantor bupati yang representatif. Selain itu, juga pembangunan komplek perkantoran perangkat daerah, dan penataan Kota Tanjung sebagai ibukota kabupaten yang sedang berproses saat ini.
”Saat ini kita telah berhasil menyelesaikan pelebaran jalan nasional di Lombok Utara dengan panjang 41,60 kilometer dan pembangunan komplek kantor perangkat daerah sudah selesai dibangun,” bebernya.
Pada aspek perekonomian, telah dilakukan pemberian bantuan pinjaman subsidi tanpa bunga kepada pelaku UMKM di Lombok Utara.
Realisasinya sebesar Rp 700 juta atau 99,91 persen pada tahun 2022. Pada 2023, anggaran bantuan untuk UMKM ini ditambah sebesar Rp 1,3 miliar sehingga menjadi Rp 2 miliar.
”Dari spek sosial kemasyarakatan, pemkab memberikan bantuan hibah dan bansos. Ini digunakan untuk pembangunan rumah ibadah,” terangnya.
Di sisi lain, beberapa penghargaan juga berhasil diterima Lombok Utara. Seperti penghargaan Inagara Awards dari Lembaga Administratif Negara (LAN) RI dalam pengembangan Inovasi Layanan Publik.
Mendapat predikat WTP dari BPK RI perwakilan NTB sepuluh kali berturut-turut.
Kemudian penghargaan capaian UHC sebesar 95 persen dari BPJS Kesehatan, atas angka kepesertaan program JKN yang dikelola BPJS dengan kategori tinggi.
Penghargaan daerah dengan persentase tertinggi kedua capaian vaksin covid-19 di NTB.
Penghargaan keberhasilan skrining penyakit tidak menular pada penduduk sesuai kelompok usia dengan persentase pencapaian yang tinggi.
Penghargaan DTPK dari Kementerian Kesehatan sebagai daerah terpencil perbatasan kepulauan terbaik dalam pemenuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan, dan penghargaan lainnya.
”Pesan saya kepada seluruh aparatur, kompak bersatu bersama seluruh elemen masyarakat, agar percepatan program pembangunan dapat terealisasi sesuai target RPJMD tahun 2021-2026,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Lombok Utara Artadi mengingatkan terkait pentingnya peringatan HUT setiap tahun.
Hal itu sebagai bentuk refleksi dan apresiasi terhadap perjuangan masyarakat Lombok Utara dalam membentuk kabupaten termuda di NTB ini.
”Dalam proses pembangunan KLU selalu berusaha mengejar ketertinggalan agar sejajar dengan daerah lain dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki,” tuturnya.
Baca Juga: DLH Kota Mataram: Pelaku Usaha Terancam Sanksi Jika Melanggar Aturan Penggunaan Kantong Plastik
Artadi menjelaskan selama 16 tahun sejak pembentukannya, KLU telah mencatat berbagai capaian dan prestasi.
Salah satu indikator keberhasilan adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta penurunan angka kemiskinan.
Pada awal KLU berdiri, PAD yang dihasilkan sebesar Rp 6,8 miliar.
Namun kini, jumlah PAD meningkat signifikan menjadi Rp 243 miliar. Semua ini atas kerja keras komponen penyelenggaraan pemerintahan dan partisipasi masyarakat.
”Semua capaian dan prestasi tersebut tidak lantas membuat kita puas masih banyak hal yang membutuhkan perhatian dan kerja keras bersama dalam mewujudkan Lombok Utara yang religius, berbudaya, adil dan sejahtera,” pungkasnya. (fer/*/r12)
Editor : Kimda Farida