Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Catatan dari Pelaksanaan Debat Perdana Pilkada KLU (3-Habis)

nur cahaya • Senin, 4 November 2024 | 16:50 WIB

 

SEPAKAT: Tiga paslon Bupati dan Wakil Bupati KLU mengikuti debat terbuka, beberapa waktu lalu.
SEPAKAT: Tiga paslon Bupati dan Wakil Bupati KLU mengikuti debat terbuka, beberapa waktu lalu.

LombokPost-Sepakat Soal Retokrasi ASN dan Perbaikan Layanan Kesehatan.

Debat perdana Pilkada KLU pada Rabu (30/10) mengangkat tema "Inovasi Pelayanan Publik untuk Kesejahteraan".

Ketiga paslon kerap silang pendapat pada tema-tema tertentu. Tetapi masalah penempatan ASN berdasarkan kompetensi dan perbaikan pelayanan kesehatan, mereka satu suara.

---------------

Setiap pemimpin tentu punya gaya kepemimpinan berbeda-beda.

Dari style inilah, melahirkan kebijakan yang berbeda juga.

Dalam hal penanganan sampah misalnya, paslon nomor urut 1 Najmul Ahyar-Kusmalahadi akan mengedepankan penggunaan teknologi dalam pengelolaan sampah.

Duet ini juga akan memaksimalkan keberadaan TPS 3R, serta memperhatikan intensif untuk pengelola.

Kebijakan berbeda diambil Danny Karter Febrianto Ridawan-Zaki Abdilah.

Paslon momor urut 2 menilai mengubah mindset masyarakat harus diutamakan. Sehingga perlu ada edukasi agar tidak membuang sampah sembarangan. Pemilahan sampah baru bicara TPS 3R.

Konsep kedua paslon ini tidak sepenuhnya disetujui Muchsin Efendi-Junaidi Arif.

Calon bupati-wakil bupati KLU nomor urut 3 ini memandang, perlu ada regulasi yang memadai untuk mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih ini.

Kehadiran pemerintah melalui aturan yang dibuat dinilai lebih efektif dalam melaksanakan setiap kebijakan.

Perbedaan pendapat ini terjadi dalam pembahasan-pembahasan subtema yang lain. Seperti masalah pendidikan dan sosial.

Akan tetapi di sektor kesehatan dan penempatan ASN, mereka tak ada perbedaan.

”Saya setuju dan sepakat,” kata Najmul menanggapi jawaban Danny soal meretokrasi ASN.

Danny ketika itu menyampaikan, bahwa penempatan ASN disesuaikan dengan kompetensi. Sehingga tidak ada faktor lain di luar itu, misalnya karena kedekatan atau adanya hubungan kekeluargaan.

”Kami komitmen menjalankan retrokrasi yang baik di KLU. Yaitu sistem yang memberikan kesempatan kepada seseorang untuk memimpin atau mendapatkan jabatan berdasarkan kemampuan dan prestasinya,” kata Danny.

Menurut Danny, dengan profesionalisme tersebut, segala permasalahan akan terselesaikan dengan baik.

Sehingga dia menegaskan, tidak ada pertimbangan kedekatan atau karena kepentingan golongan dalam penempatan jabatan.

”Kalau semua bekerja profesional, KLU akan maju,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan paslon Najmul-Kus. Dengan penempatan seusia kompetensi itu, maka akan terwujud KLU yang maju.

Maka, ini juga akan dilakukannya jika dipercaya memimpin Lombok Utara lima tahun ke depan.

Demikian juga dengan yang disampaikan paslon Muchsin-Junaidi.

Muchsin mengatakan, ASN yang profesional menjadi kunci pembangunan.

Di samping sepakat masalah ini, ketiga paslon juga punya pandangan sama tentang perbaikan layanan kesehatan.

”Perlu ada digitalisasi dari sisi pelayanan. Dengan inovasi ini, tidak perlu lama menunggu di rumah sakit,” kata Muchsin.

Dia juga menilai, jumlah dokter kurang juga perlu ditambah.

Muchsin juga berjanji membuat dokter dan tenaga medis lebih disiplin sehingga mereka mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pernyataan ini disetujui Najmul-Kus maupun Danny-Zaki. (habibul adnan/r12)

Editor : Kimda Farida
#ASN #bupati #calon #KLU