LombokPost-Pelabuhan Carik di Kecamatan Bayan, beberapa tahun ini sudah tidak beroperasi.
Itu karena adanya kerusakan fasilitas dermaga akibat gempa 2018 lalu serta ombak besar.
Rencananya pelabuhan ini kembali beroperasi tahun depan.
Itu seiring dengan adanya alokasi anggaran untuk perbaikan sejumlah fasilitas pelabuhan barang yang ada di Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu.
Anggaran digelontorkan pemerintah pusat.
”Tahun 2025 nanti ada perbaikan,” kata Kabid Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) KLU Sazli Raiz.
Dia mengaku, anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 39,3 miliar.
Tahun depan sudah mulai pekerjaan. Pada tahun tersebut sudah langsung bisa difungsikan.
Terutama untuk pengangkutan barang, seperti aspal curah, semen, komoditas pertanian, dan lain sebagainya.
”Sebagai jalur transportasi laut antar provinsi dan luar negeri. Inikan sampai Australia. Itu menjadi lokomotif ekonomi baru,” terangnya.
Pengoperasian kembali pelabuhan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mengembangkan tol laut. Termasuk akan mendukung ketahanan pangan.
”Bagaimana pelabuhan ini bisa difungsikan untuk penguatan dan mendukung program ketahanan pangan,” katanya.
Untuk pengelolaannya menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Akan tetapi Pemda KLU akan memaksimalkan fasilitas publik tersebut untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
”Nanti kita support untuk tempat UKM supaya ekonomi masyarakat bergerak,” tutupnya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD KLU M. Indra Darmaji Hasmar mengatakan pihaknya sangat mendukung pengoperasian kembali Pelabuhan Carik, Bayan.
Dia meyakini, ini akan berdampak besar dalam menggerakkan perekonomian Masyarakat.
Dia berharap kepada pemerintah daerah KLU untuk menangkap peluang tersebut. Misalnya dengan menyediakan akses jalan yang memadai.
”Jalan menuju pelabuhan perlu dilebarkan. Kita dorong pemerintah berani menganggarkan,” ujar Darmaji.
Anggota DPRD KLU dari Dapil Bayan Raden Nyakradi menambahkan pelabuhan tersebut awalnya dipakai bersandar kapal-kapal perintis yang membawa aspal curah dan barang-barang lainnya.
”Karena dermaganya rusak, maka penurunan barang dengan kapasitas besar tidak bisa. Banyak pekerja dirumahkan,” katanya.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD KLU itu mengaku, masyarakat sangat berharap Pelabuhan Carik kembali beroperasi.
Sebab, banyak manfaat yang didapatkan daerah, terutama warga sekitar.
”Semoga tahun depan dikerjakan sehingga para investor datang kembali. Terutama investasi terkiat pergudangan” pungkasnya. (bib/r12)
Editor : Kimda Farida