Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengunjungi Makam Medana di Desa Medana, Pemilik Makam Dikenal sebagai Tokoh Semua Kalangan

nur cahaya • Minggu, 15 Desember 2024 | 21:11 WIB

 

SERING DIZIARAHI: Inilah tempat pemakaman tokoh yang dikenal sebagai Papuq Dane di Makam Medana.
SERING DIZIARAHI: Inilah tempat pemakaman tokoh yang dikenal sebagai Papuq Dane di Makam Medana.
 

Di Kabupaten Lombok Utara (KLU) ada sebuah makam yang sering dikunjungi masyarakat. Lokasinya di Desa Medana, Kecamatan Tanjung.

Lombok Utara

Suasana tampak sepi siang itu. Di hari-hari aktif memang demikian. Iya, biasanya pengunjung ramai pada akhir pekan, atau malam harinya. ”Ada yang nginap sampai tiga malam,” kata Nasib, penjaga tempat tersebut.

Nasib adalah penjaga Makam Medana, sebuah makam yang ada di Desa Medana, Kecamatan Tanjung. Dia menceritakan, kecenderungan masyarakat berziarah di makam ini pada Hari Sabtu atau Minggu. ”Tidak hanya dari Lombok Utara, tapi ada juga dari Mataram, sampai Lombok Timur,” jelasnya.

Tak jarang peziarah sampai bermalam. Ini karena mereka punya hajt khusus. Atau karena sedang ada masalah. ”Kebanyakan masalah ekonomi. Seperti terlilit hutang. Di sinilah mereka minta jalan keluar dari masalah yang dihadapi. Ada yang nginap sampai beberapa malam,” ujarnya.

Dari cerita yang beredar, orang yang dimakamkan di situ bernama Dana atau Papuq Dane. Dia dikenal sebagai tokoh penyebar Agama Islam di tempat tersebut. ”Nama Desa Medana juga diambil dari nama beliau,” kata Nasib.

Tetapi tidak ada sejarah yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah terkait siapa sebenarnya tokoh ini. Akan tetapi berdasarkan cerita turun-temurun, Papuq Dane juga dikenal sebagai orang kaya yang pemurah, dan mampu merangkul semua kalangan.

Karena sifat pemurahnya itu, hingga sekarang banyak yang datang ke makamnya untuk meminta sesuatu. Peziarah meyakini hajatnya tersebut akan tercapai dengan datang ke Medana. ”Mau minta apapun, datangnya ke sini. Kalau sudah hajatnya tercapai, mereka akan datang lagi ramai-ramai untuk syukuran. Ada yang menyembelih kambing,” terangnya.

Uniknya, tidak hanya Umat Islam saja yang berziarah. Banyak juga pemeluk agama lain yang datang. Seperti Agama Hindu dan Budha. Bahkan, di area makam terdapat bangunan tempat ibadah umat Hindu.

Nasib mengatakan, ini membuktikan bahwa Papuq Dane figur pemersatu. Dia mampu merangkul semua kalangan tanpa membeda-bedakan. Bahkan bisa diterima semua agama. ”Dari agama Hindu dan Budha datang ke sini. Tentu kita tidak bisa halangi,” jelasnya.

Ada beberapa pesan tertulis yang juga menunjukkan sikap pularlisme itu. Misalnya sebuah tulisan persis di depan makam. Di situ tertulis ‘Makam Medana Pemersatu Umat Beragama’. Kemudian ada kembali tulisan kembali di sebuah papan kecil, ‘Toleransi Bukan Hanya Soal berdampingan Tetapi Juga Soal Kesejajaran’.

Kundi, salah seorang warga Desa Medana membenarkan banyaknya peziarah yang datang karena memiliki masalah tertentu. Hal ini pernah dilakukan Kundi. Dia datang karena memiliki masalah ekonomi. Betul saja, tidak berselang lama dia diberi kemudahan ekonomi.

”Saya bersama istri sedang susah. Saya datang ke sini. Alhamdulillah berkat doa, saya dan isteri dapat rezeki. Allah yang kasih dengan perantara Puq Dane,” pungkasnya. (HABIBUL ADNAN/r12)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Tokoh #Kalangan #desa #toleransi #Tanjung #peziarah #dana #masalah #makam