Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Makan Bergizi Gratis di Lombok Utara Diperkirakan Mulai Agustus-September 2025

nur cahaya • Jumat, 21 Februari 2025 | 16:20 WIB

 

MASIH LAMA: Program makan gratis di Lombok Utara diperkirakan baru terealisasi periode Agustus-September karena sarana-prasarana masih belum siap.
MASIH LAMA: Program makan gratis di Lombok Utara diperkirakan baru terealisasi periode Agustus-September karena sarana-prasarana masih belum siap.
 

LombokPost-Progam Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di Lombok Utara masih belum bisa terlaksana dalam waktu dekat ini. Pasalnya, sarana-prasarana untuk pelaksanaannya masih belum siap. Sehingga sangat mungkin baru bisa terealisasi sekitar 6-7 bulan ke depan. ”Saya melihat antara Agustus-September. Masih cukup lama, karena kita belum siap sama sekali,” kata anggota DPRD dari Fraksi Gerindra Nasrudin.

Nasrudin mengatakan sebagai wakil rakyat dari Partai Gerindra, dirinya tahu banyak tentang program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini. Sebab, beberapa waktu lalu sudah ada sosialisasi yang menyasar para wakil rakyat dan sejumlah organisasi masyarakat.

Menurut Nasrudin, penerima manfaat program makan gratis di KLU dari jenjang TK sampai SMA/SMK/sederajat mencapai 45 ribu siswa. Artinya, untuk kebutuhan telur saja dalam sehari sebanyak 45ribu  butir. Sementara saat ini, KLU hanya mampu menyediakan 6 ribu telur. ”Belum lagi buah, ikan dan sebagainya,” jelasnya.

Sampai saat ini dapur umum juga belum ada. Dapur disediakan oleh mitra atau pihak ketiga. Dalam pemilihan calon mitra, nanti ada proses seleksi dari Badan Gizi Nasional (BGN). ”Akan dilihat kemampuan keuangan, tempat dan seterusnya. Ini yang disiapkan calon mitra,” jelasnya.

Dia mengaku, jika melihat kebutuhan yang harus disediakan, mitra harus menyiapkan keuangan sekitar Rp 3 miliar per satu dapur. Mereka juga harus menggaji karyawan Rp 2,7 juta per orang. ”Dengan 70 persen karyawan wanita 30 persen pria. Tidak gampang jadi mitra, mereka harus menyiapkan semua,” imbuhnya.

Kepala SDN 1 Tanjung Marto mengatakan sejauh ini belum ada koordinasi dengan pihak sekolah. Karena itu, dia tidak tahu soal program tersebut. Seperti kapan akan dimulai. ”Belum tahu apapun soal itu, karena belum koordinasi,” katanya.

Tetapi dia berharap, nanti dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Seperti soal keterpenuhan gizi. Jangan sampai makanan yang disajikan tidak sesuai standar. ”Bagaimana cara mengatur, jangan terganggu belajar. Pokoknya sekolah terima beres,” pungkas Marto. (bib/r8)

Editor : Rury Anjas Andita
#makan #bergizi #wakil rakyat #Mbg #KLU #gratis #organisasi