Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemda KLU Berencana Produksi Air Minum Kemasan

nur cahaya • Sabtu, 19 April 2025 | 12:31 WIB

 

Kusmalahadi Syamsuri
Kusmalahadi Syamsuri
 

LombokPost-Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) sepertinya mulai menseriusi rencana memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek lokal. Ini sebagai upaya konkret dalam mewujudkan kemandirian ekonomi daerah melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam. ”Salah satu langkah strategis yang tengah dikaji secara mendalam adalah produksi air minum kemasan,” kata Wakil Bupati KLU Kusmalahadi Syamsuri.

Bahkan, pemerintah telah menyiapkan nama merek air kemasan tersebut, yaitu Air Dayan Gunung. Produk ini mencerminkan kekayaan alam KLU. Kusmalahadi mengaku, pemerintah masih mencari regulasi dan perangkat pendukung lainnya. ”Kami sedang mengkaji itu semua,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah nantinya akan melibatkan desa-desa yang punya potensi sumber air bagus. Dia juga menerangkan, bahwa desa telah memberikan respon positif. Sebagai bentuk pelibatan desa, mereka akan diajak ikut menanamkan saham.

”Desa-desa yang terlibat menyatakan kesanggupan untuk menanam saham dalam usaha ini, dengan perkiraan investasi awal sekitar Rp 100 juta per desa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kusmalahadi menyampaikan Pemda KLU telah membawa contoh produk AMDK lokal ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal. Kementerian memberikan respon positif. ”Insya Allah dalam waktu dekat mereka akan berkunjung ke KLU. Salah satunya mengenai air minum dalam kemasan,” katanya.

Photo
Photo

Dari sisi perencanaan teknis, dinas terkait telah melakukan kajian mendalam terkait proyek ini termasuk perhitungan anggaran yang dibutuhkan.   Tetapi ada beberapa hal yang masih dipertimbangkan secara matang. Seperti pola pengembangannya.

Terkait hal ini, ada opsi menggandeng pihak ketiga. Tetapi ada juga masukkan agar pengelolaan mandiri oleh pemerintah. Kusmalahadi mengatakan jika dikelola secara mandiri ada kemungkinan merevitalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) KLU yang selama ini dinilai belum terlalu eksis. ”Kita punya potensi mata air yang luar biasa, kita punya hampir 300 mata air. Kenapa tidak dimanfaatkan,” pungkasnya.

Anggota DPRD KLU Artadi mengatakan sangat setuju dan mendukung pemerintah membangun industri air kemasan. Dengan adanya produk ini, maka tidak perlu lagi memasukkan air kemasan dari luar daerah. Di beberapa daerah sudah banyak yang memiliki air kemasan.  (bib/r8)

Editor : Pujo Nugroho
#mata air #KLU #Anggaran #air minum #kemasan